Scroll Untuk Lihat artikel
Example 360x320
Example floating
Example floating
DaerahSosial

Syaparuddin: Tidak Semua Warga Kelurahan Sampit Dapatkan Sertifikat PTSL

491
×

Syaparuddin: Tidak Semua Warga Kelurahan Sampit Dapatkan Sertifikat PTSL

Sebarkan artikel ini

Ketapang, Metrokalbar.com- Sertifikat percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang merupakan program dari Kementerian agraria tata ruang Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, berakhir masa pengajuannya pada hari ini, Rabu (10/6/2020).

“Sebenarnya untuk pengajuan sertifikat PTSL ini telah kita beritahukan kemasyarakat sejak beberapa bulan silam. Dan untuk hari batas akhir yang diberikan oleh BPN Ketapang untuk pengukuran tanah,” ungkap Lurah Sampit, Syaparuddin, SE ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2020).

Syaparuddin mengaku untuk di kelurahannya kuota pembuatan PTSL yang diberikan BPN sejumlah 300 Sertifikat tanah.

“Kita targetkan tahun 2020 ini masyarakat di Kelurahan Sampit telah memiliki sertifikat tanah sesuai jumlah yang telah ditetapkan oleh BPN Ketapang,” ujarnya.

Dalam proses pembuatan Sertifikat PTSL, Syaparuddin menjelaskan tidak ada biaya pengukuran yang diberatkan kepada masyarakat, terkecuali biaya yang telah ditetapkan oleh SKB tiga menteri sebesar Rp 250 ribu.

“Adai pun ada biaya-biaya selain yang telah ditetapkan oleh SKB tiga Menteri tadi, tentunya itu perbuatan oknum tanpa diketahui oleh pihak kami,” akunya.

Syaparuddin melanjutkan, untuk proses pembuatan PTSL di kelurahannya tidak semua tanah masyarakat bisa memenuhi persyaratan, namun ada juga tanah masyarakat yang tidak bisa diproses lantaran memiliki kendala.

“Seperti permasalahan tapal batas, dan adanya pengajuan Sertifikat bukan program dari PTSL, mereka mengajukan melalui PTSL itu tentu tidak bisa kita proses,” terangnya.

Ia berharap dengan adanya program PTSL ini, tanah-tanah masyarakat di Sampit memiliki legalitas kepemilikan.

“Apalagi kedepannya Kelurahan Sampit ini mau di mekarkan menjadi desa,” tukasnya.

Penulis : Budi

Example 360x320
google.com, pub-2837929621927465, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example 120x600
https://metrokalbar.com/wp-content/uploads/2023/07/image-5.png