Membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia bupati Alexander Wilyo menyampaikan bahwa Hari Santri tahun 2025 merupakan momentum yang istimewa, karena menandai 10 tahun peringatan Hari Santri sejak pertama kali ditetapkan oleh pemerintah pada tahun 2015.
“Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat, dalam rentang waktu itu kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan,” katanya.
Tahun 2025 ini, Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Tema ini mencerminkan tekad santri sebagai penjaga kemerdekaan sekaligus penggerak kemajuan bangsa di tengah dinamika global.
“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman, santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” lanjutnya.
Dalam kesempatan ini bupati juga mengajak seluruh santri untuk menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya, serta berperan aktif dalam membawa Indonesia menuju peradaban dunia yang damai dan berkeadaban.
“Barang siapa yang menanam ilmu, maka ia menanam masa depan, maka tanamlah ilmu dengan sungguh-sungguh, jaga akhlak, hormati guru, cintai tanah air, karena dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis,” tutupnya.
Dalam rangkaian apel, Ketua PCNU Ketapang Dr. KH. Abdullah Al Faqir, ME membacakan Resolusi Jihad yang membangkitkan semangat perjuangan para santri dan ulama, dilanjutkan doa oleh Rois Syuriah PCNU KH. Jemaie Makmur memohon keberkahan bagi bangsa dan daerah.
Setelah apel selesai, acara dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada 200 santri, oleh bupati yang didampingi Rois Syuriah PCNU Ketapang KH. Jemaie Makmur, Ketua Tanfidziah PCNU Ketapang Dr. KH. Abdullah Al Faqir, ME, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Ketapang.
Pemberian tali asih ini menjadi simbol kepedulian dan dukungan pemerintah daerah terhadap peran penting santri dalam membangun Ketapang yang religius, berkeadilan, dan berkeadaban.
Pada kesempatan yang sama, bupati juga menerima hadiah berupa tongkat dan syal dari Rois Syuriah PCNU Ketapang KH. Jemaie Makmur sebagai bentuk tali asih ulama kepada umara.
Pemberian tersebut menjadi simbol keharmonisan antara ulama dan pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan di Bumi Ale-ale.






