Sawit Jadi Tumpuan Hidup, Warga Pulau Bawal Ucapkan Terimakasih

Pulau Bawal, Kecamatan Kendawangan, Ketapang. Poto : ist.

METROKALBAR, Ketapang – Bagi masyarakat Pulau Bawal, Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan, kehadiran aktivitas perkebunan kelapa sawit telah membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Perubahan itu terasa pada ekonomi keluarga, akses pendidikan anak-anak, hingga kemudahan transportasi menuju Kota Kendawangan.

Tak hanya itu, sejak perusahaan mulai beroperasi, Pulau Bawal yang sebelumnya gelap di malam hari kini mulai terang. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), fasilitas penerangan disiapkan untuk warga, sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada cahaya seadanya.

Sebelum aktivitas perkebunan berjalan, sebagian warga Pulau Bawal hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dan hasil laut yang tidak menentu. Kini, lapangan pekerjaan terbuka lebih luas, dengan mayoritas tenaga kerja berasal dari masyarakat setempat.

“Dulu banyak warga yang tidak punya pekerjaan tetap. Sekarang hampir semua bisa bekerja di kebun. Penghasilannya jelas dan rutin,” tutur Arman (42), warga Pulau Bawal yang bekerja di unit operasional kebun, Sabtu (27/12/25).

Selain membuka lapangan kerja, masyarakat juga merasakan manfaat dari pola kemitraan kebun plasma. Skema ini memberikan tambahan penghasilan yang dinilai membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang.

“Kami bukan hanya bekerja sebagai karyawan, tapi juga punya kebun plasma. Dari situ ada hasil tambahan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Rahmawati (38).

Dampak lain yang sangat dirasakan warga adalah pada sektor pendidikan. Anak-anak Pulau Bawal kini dapat mengenyam pendidikan melalui sekolah yang difasilitasi perusahaan tanpa dipungut biaya.

“Anak-anak kami bisa sekolah tanpa biaya. Fasilitasnya memadai dan sangat membantu orang tua, terutama kami yang tinggal di pulau,” kata Doni (48), salah satu warga.

Program CSR perusahaan juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat lainnya, termasuk penerangan. Kehadiran listrik dan fasilitas pendukung membuat aktivitas malam hari lebih aman dan produktif.

“Dulu malam hari gelap, sekarang sudah terang. Anak-anak bisa belajar malam, warga juga lebih nyaman beraktivitas,” tambah Doni.

Kemudahan akses transportasi juga menjadi perubahan penting. Jalur transportasi menuju Kota Kendawangan kini lebih lancar, sehingga mempermudah warga untuk berobat, mengurus administrasi, maupun memasarkan hasil usaha.

“Sekarang kalau ke Kendawangan tidak sesulit dulu. Transportasi lebih lancar dan waktunya juga lebih singkat,” lanjutnya.

Masyarakat Pulau Bawal berharap proses administrasi dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu aktivitas perkebunan yang telah menjadi sumber utama penghidupan mereka.

“Kami ingin semuanya berjalan tertib dan sesuai aturan, tapi kami juga berharap pekerjaan dan ekonomi kami tetap berjalan,” pungkas Rahma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup