Aduan ARUN di Dewan Pers, Metrokalbar com Siap Layani Hak Jawab

Surat Penyelesaian Pengaduan dari Dewan Pers

METROKALBAR – Menyikapi terbitnya surat aduan Nomor: 2033/DP/K/XII/2025 terkait penyelesaian pengaduan dari Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) terhadap media siber metrokalbar.com manajemen media metrokalbar menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh arahan dan rekomendasi Dewan Pers dalam penyelesaian sengketa pers tersebut.

Pimpinan Umum/Penanggungjawab metrokalbar.com, Suhanadi menyampaikan bahwa pihaknya menghormati penilaian Dewan Pers terkait tiga judul berita yang dinilai tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Tiga judul tersebut yakni : “Konflik Lahan di Marau Advokasi yang Berujung Provokasi ” yang tayang pada 24 Oktober 2025,

Judul selanjutnya ” ARUN Diduga Libatkan Orang Luar, Forkopincam Marau Hadapi Ancaman saat mediasi konflik sawit”. yang tayang pada 17 Oktober 2025 dan “ Munculnya Ormas ARUN dan FAKTA dibalik konflik lahan Teluk Bayur ” yang tayang pada 22 Oktober 2025.

“Sebagaimana rekomendasi Dewan Pers, kami selaku pihak teradu siap melayani hak jawab dari ARUN selaku pengadu. Hak jawab tersebut akan kami layani paling lambat 2×24 jam sejak surat aduan diterbitkan, bahkan kami siap melayani dalam waktu 1×24 jam,” tegas Suhanadi, Rabu (31/12/2025).

Ia juga menambahkan bahwa metrokalbar, siap memenuhi kewajiban untuk memuat hak jawab sesuai ketentuan, yakni dalam jangka waktu 7×24 jam sebagaimana diatur oleh Dewan Pers.

Lebih lanjut, Suhanadi mengatakan, hingga saat ini pihak redaksi masih menunggu hak jawab resmi dari pihak pengadu.

“Sampai sekarang kami masih menunggu hak jawab tersebut. Baik melalui email resmi redaksi maupun melalui nomor kontak yang ada tertuang di dalam box redaksi. Hak jawab dari ARUN itu belum kami terima,” jelasnya.

Suhanadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pembaca atas kekeliruan dalam penyajian dari judul berita diatas yang telah ditayangkan oleh metrokalbar.com, yang dinilai tidak sesuai dengan KEJ.

“Kami memohon maaf kepada masyarakat pembaca. Ini menjadi pelajaran penting bagi jajaran redaksi metrokalbar.com agar ke depan lebih berhati-hati dan profesional dalam menjalankan kerja jurnalistik, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup