Bupati Alex Wilyo Tutup Gawai Adat Bejujokng XV Simpang Dua
METROKALBAR, Ketapang – Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., resmi menutup Gawai Adat Bejujokng XV di Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Sabtu (28/2/26).
Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD Matius Yudi, Wakil Ketua DAD H. Jahilin, unsur Forkopimcam, perangkat daerah, tokoh masyarakat, dan warga dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Alex mengajak bersyukur atas hasil panen padi melimpah dan menegaskan tradisi gawai sebagai warisan budaya Dayak yang harus dilestarikan.
Ia menyatakan bahwa tradisi ini menunjukkan kedekatan masyarakat dengan alam dan leluhur, serta hampir merata di seluruh Ketapang.
“Tradisi bersyukur atas panen padi ini, hampir merata di wilayah Ketapang, ini menunjukkan kedekatan masyarakat Dayak dengan alam dan leluhur.” ucap Alek.
Alex juga mengapresiasi masyarakat Desa Gema yang telah konsisten menyelenggarakan acara hingga tahun ke-15, dengan pelaksanaan yang semakin baik dan setara dengan tingkat kabupaten.
Ia menekankan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah kemajuan zaman dan mengajak mewujudkan kedaulatan ekonomi, budaya, dan politik untuk kesejahteraan bersama.
Sebagai komitmen pelestarian, Bupati mengumumkan rencana pembangunan miniatur rumah betang di Desa Gema. Penyusunan Detail Engineering Design (DED) akan disiapkan tahun ini, dengan pembangunan dimulai tahun depan secara gotong royong seluruh desa di Kecamatan Simpang Dua.
Diakhir sambutannya, Bupati berharap Gawai Adat Bejujokng terus menjadi kekuatan budaya dan identitas masyarakat Dayak Ketapang.






