Modus Penipuan, Jual Mobil Pakai Surat Palsu, Warga Ketapang Rugi Rp200 juta

METROKALBAR, Ketapang – Seorang warga Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, berinisial D (34), mengaku menjadi korban penipuan sindikat jual beli mobil dengan dokumen yang dinilai asli tapi palsu (Aspal). Kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

Pelaku diduga merupakan kelompok yang dikenal dengan sebutan “Mata Elang” atau Debt Collector. Menurut keterangan korban, peristiwa bermula pada Januari 2024 ketika ia ditawari satu unit mobil jenis Pajero rakitan tahun 2016 oleh seseorang bernama Sulianto, warga Pontianak.

“Awalnya saya belum berminat, namun setelah dihubungi kembali, akhirnya saya setuju. Saya bayar uang tanda jadi sebesar Rp 45 juta, dan saat itu STNK serta BPKB sudah ada di tangan saya. Sisanya saya lunasi hingga bulan Juli 2024,” ujar D, Sabtu (25/4/2026).

Namun, tak disangka, hanya berselang dua minggu setelah pelunasan, ia tiba-tiba didatangi oleh tiga orang yang mengaku sebagai Debt Collector dari lembaga pembiayaan. Mereka menuntut mobil ditarik dengan alasan kendaraan tersebut masih dalam status kredit macet.

“Mereka datang tiba-tiba dan menuduh mobil itu masih kredit. Karena tidak ingin terjadi keributan, akhirnya mobil saya serahkan kepada mereka,” ungkapny.

Menyadari telah ditipu, D pun melaporkan kasus ini ke Polda Kalimantan Barat pada Maret 2025, lengkap dengan bukti transfer dan identitas terduga pelaku. Namun hingga saat ini, korban menilai proses penyelidikan terkesan mandek.

“Yang membuat saya bingung, semenjak laporan dibuat, saya tidak pernah mendapat kejelasan. Bahkan ketika saya meminta informasi perkembangan kasus atau SP2HP, hal tersebut tidak diberikan kepada saya,” ungkapnya.

Menurut korban, Kasus ini dikhawatirkan bukan pelaku tunggal dan terindikasi melibatkan sindikat terorganisir. Korban meminta agar aparat penegak hukum dapat bekerja lebih maksimal dan segera mengungkap jaringan pelaku.

“Saya berharap kasus ini segera diusut tuntas. Saya khawatir masih banyak masyarakat lain di Ketapang yang menjadi korban modus yang sama,” pungkasnya.

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup