Bupati Ketapang Hadiri Ritual Menjangkap Buah, Tekankan Pelestarian Kearifan Lokal

METROKALBAR, Ketapang– Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri langsung pelaksanaan Ritual Adat Menjangkap Buah di Dusun Setipayan, Desa Penyarang, Kecamatan Jelai Hulu, pada Sabtu (4/7/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Ketapang ini bentuk nyata pemerintah daerah mendukung terhadap pelestarian warisan budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat setempat.

Tradisi Menjangkap Buah merupakan ritual tahunan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, beriringan dengan datangnya musim buah-buahan lokal.

Bagi masyarakat Dayak di wilayah Jelai Hulu dan Ketapang secara umumnya, istilah Menjangkap atau Jangkap merujuk pada aktivitas menjaga, menanti, hingga memanen hasil buah secara bersama-sama di kawasan hutan buah atau kebun komunal yang dikenal sebagai Tembawang.

Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo memberikan apresiasi yang mendalam kepada warga Desa Penyarang yang tetap konsisten memegang teguh hukum adat dan merawat tradisi leluhur.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas musiman, melainkan cerminan nyata keharmonisan antara manusia dengan alam semesta.

“Tradisi ini menyimpan nilai yang sangat mulia. Di dalamnya terdapat pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan, menghormati hak sesama, serta senantiasa bersyukur atas segala karunia yang diberikan alam,” tegas Bupati Alexander.

Tiga Esensi Utama Tradisi Menjangkap Buah

Berdasarkan tatanan adat yang berlaku di Desa Penyarang, tradisi ini menjaga tiga prinsip utama yang diwariskan secara turun-temurun:

Pertama, Merawat Tembawang. Warga mendirikan pondok sementara untuk menunggu buah jatuh alami dan menjaga kawasan hutan.

Kedua, Mempererat Silaturahmi. Menjadi ajang berkumpul kembali warga, berbagi cerita, dan memperkokoh persaudaraan.

Ketiga, Menegakkan Adat dan Konservasi. Melarang memetik buah paksa atau merusak pohon, serta menjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang.

Melalui ritual adat ini, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap tradisi Menjangkap Buah dapat terus dijaga dan dikembangkan, tidak hanya sebagai benteng pelestarian budaya daerah, melainkan juga menjadi potensi daya tarik wisata unggulan berbasis kearifan lokal yang khas.

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup