Mahasiswa Audensi ke Bupati, Bahas Kelangkaan BBM dan Bantuan Karhutla 20 Miliar dari Presiden

METROKALBAR, Ketapang – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menerima audiensi aliansi pemuda dan mahasiswa Cipayung serta Badan Eksekutif Mahasiswa se‑Kabupaten Ketapang di Kantor Bupati Ketapang, Rabu (14/10/26).

Pertemuan itu menjadi ruang dialog guna membahas sejumlah persoalan mendesak yang dihadapi masyarakat, yaitu kebakaran hutan dan lahan, kabut asap, serta kelangkaan bahan bakar minyak yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Aliansi yang hadir terdiri dari HMI, PMII, GMNI, PMKRI, GP Ansor, Pemuda Katolik, IPNU, IPPNU, BEM Politap, BEM STAI Al‑Haudl, BEM AMKI, serta unsur BEM se‑Kalimantan Barat.

Perwakilan pemuda‑mahasiswa menyatakan kehadiran mereka berangkat dari keresahan terhadap kondisi daerah, bukan untuk kepentingan politik dan kelompok.

“Kami hadir untuk mencari jawaban dan meminta solusi. Ini murni keresahan kami sebagai pemuda dan mahasiswa melihat kondisi Kabupaten Ketapang hari ini,” ujar salah satu perwakilan.

Dalam audiensi, Fahrul dari KNPI Ketapang menyampaikan enam poin tuntutan. Antara lain meminta penjelasan dan langkah konkret pemerintah daerah terkait kelangkaan serta antrean BBM; pembaruan laporan sebaran hotspot secara berkala.

Penjelasan rencana penggunaan Bantuan Presiden Karhutla 20 miliar rupiah; jaminan pemeriksaan kesehatan petugas pemadam api; serta upaya mitigasi dini bencana karhutla dan kelangkaan BBM. Ia juga menekankan penanganan masalah menjadi tanggung jawab bersama Bupati dan Wakil Bupati.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Alexander Wilyo mengapresiasi kepedulian pemuda‑mahasiswa. “Saya tentu bangga dengan kalian, karena kalian bisa menunjukkan kemurnian perjuangan sebagai mahasiswa dan pemuda. Saya bukan pemimpin yang antikritik. Saya terbuka dengan saran dan masukan dari seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Bupati juga menyebut bahwa aspirasi yang disampaikan mahasiswa relevan dengan kondisi daerah dan memerlukan sinergi semua pihak.

Mengenai karhutla dan kabut asap, Bupati menjelaskan titik panas terbesar saat ini tidak berada di wilayah Ketapang, sementara kabut asap banyak berasal dari kiriman daerah lain.

Pemerintah daerah sudah mengajukan upaya modifikasi cuaca sejak Agustus, namun pergerakan awan membuat upaya tersebut belum efektif. Pemerintah juga telah menginstruksikan pembentukan kelompok Masyarakat Peduli Api di setiap desa.

Terkait Bantuan Presiden senilai 20 miliar rupiah, dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan peralatan Masyarakat Peduli Api serta lima unit mobil pemadam kebakaran yang akan disebar di wilayah Ketapang.

Pemerintah juga menyiapkan obat‑obatan, vitamin, dan masker melalui Dinas Kesehatan, serta memberikan layanan pengobatan ISPA secara gratis bagi masyarakat maupun relawan pemadam api, disertai pendistribusian air bersih.

Mengenai kelangkaan BBM, Bupati menjelaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung atas pengaturan kuota dan distribusi, namun terus mendorong penambahan kuota serta pemerataan penyaluran dari penyalur ke SPBU.

Sebagai langkah mengurai antrean, ia telah menginstruksikan pengaktifan Pertashop dan memperbolehkan pengecer menjual Pertamax dengan harga wajar.

Audiensi ini menjadi sarana bagi pemuda dan mahasiswa untuk menyampaikan keresahan, sekaligus mendapatkan penjelasan resmi mengenai langkah‑langkah pemerintah daerah menangani karhutla, kabut asap, dan kelangkaan BBM di Ketapang.

Iklan CMI

Dirgahayu RI Anggota DPRD, Nasdiasyah, S.E,.M.E

M.ERI SETYAWAN, S.Sos.,M.AP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup