Perkuat Penanganan Karhutla, 300 Personel BKO Polda Kalbar Diterjunkan ke Ketapang
METROKALBAR, Ketapang – Sebanyak 300 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Polda Kalimantan Barat diperkuat ke Kabupaten Ketapang untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penyerahan dan pergeseran personel tersebut ditandai dengan apel gabungan di halaman Mapolres Ketapang, Senin (26/10/26), yang dihadiri langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Kalbar atas dukungan personel sekaligus bantuan pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Saya berharap musim panas ini dapat segera berlalu dan hujan segera turun, tidak hanya di Kabupaten Ketapang, tetapi juga di seluruh wilayah Pulau Kalimantan,” ucap Alexander Wilyo.
Meskipun titik api di sejumlah wilayah telah menurun, potensi karhutla masih terdeteksi di wilayah selatan Kabupaten Ketapang. Kecamatan Kendawangan menjadi salah satu pusat perhatian utama, khususnya di Desa Air Hitam, Desa Pembedilan, dan Desa Natai Kuini, berdasarkan laporan kepala desa, masyarakat, serta pemantauan satelit.
Kehadiran 300 personel tambahan ini diharapkan memperkuat pencegahan dan pemadaman, terutama di daerah rawan dan kawasan perbatasan Kalimantan Tengah.
Dari jumlah tersebut, 200 personel berasal dari Satuan Brimob dan 100 personel dari Direktorat Samapta. Penempatan dilakukan melalui jajaran Polsek dan Polres Ketapang sesuai kebutuhan di lapangan.
Dukungan ini menambah kekuatan personel yang telah lebih dulu diterjunkan, yaitu 60 personel Brimob Polda Bali dan 30 personel Brimob Polda Kalimantan Timur.
Selain itu, delapan personel khusus juga disiapkan untuk mengoperasikan mobil water treatment guna memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Para personel akan bersinergi bersama unsur TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta instansi terkait lainnya agar penanganan berjalan cepat, terpadu, dan efektif.
Bupati menegaskan bahwa penanganan karhutla memerlukan partisipasi seluruh pihak. “Dengan memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan bersama, saya berharap kebakaran dapat segera dikendalikan, dampak kabut asap diminimalkan, dan keselamatan serta kesehatan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.










