Bulog Ketapang Sidak Pasar, Beras SPHP Harus Dijual Sesuai HET, Dilarang Dioplos
METROKALBAR, Ketapang – Perum Bulog Subdivre Ketapang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang di Pasar Melati, Kota Ketapang, Sabtu (31/10/26).
Sidak ini guna memastikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan sesuai ketentuan dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), serta mencegah praktik pengoplosan beras bersubsidi menjadi beras premium.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bulog Subdivre Ketapang, Jarau Matu. Tim memantau ketersediaan dan penjualan beras SPHP di sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjadi mitra penyaluran.
Salah satu pedagang di Pasar Melati, Mugiarto, mengaku pasokan beras SPHP selama ini tercukupi dan ia menjualnya sesuai ketentuan, yaitu Rp65.000 per karung ukuran 5 kilogram.
“Selama beras itu tersedia, tentunya kami tetap menjual dengan harga Rp65.000 per karung ukuran 5 kilogram,” ungkap Mugiarto.
Ia menambahkan, keberadaan beras SPHP sangat membantu masyarakat di tengah harga beras umum yang terus naik. “Kami berharap agar beras SPHP ini jangan sampai putus dan selalu tersedia,” ucapnya.
Sementara itu, Jarau Matu menjelaskan bahwa sidak merupakan bagian dari pengawasan rutin agar beras SPHP benar-benar diterima masyarakat yang berhak, tanpa penyimpangan seperti pengoplosan atau pengemasan ulang.
“Kami telah berulang kali mengingatkan seluruh mitra RPK agar menjual beras SPHP sesuai ketentuan, yakni dalam kemasan resmi ukuran 5 kilogram, tanpa mengubah kemasan ataupun menjualnya secara eceran kiloan,” tegas Jarau.
HET beras SPHP ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per karung 5 kilogram. Jarau meminta seluruh mitra tidak menjual melebihi harga tersebut.
Dijelaskan pula, harga pengambilan dari Bulog adalah Rp11.300 per kilogram, sehingga margin keuntungan yang wajar bagi pedagang mencapai Rp1.800 per kilogram. “Jika satu RPK mengambil 1 ton, maka keuntungan bruto mencapai Rp1.800.000. Angka ini sudah cukup layak,” ujar Jarau.
Saat ini tercatat lebih dari 300 mitra RPK yang bekerja sama dengan Bulog di wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Hingga sidak dilakukan, belum ditemukan pelanggaran pada lokasi yang diperiksa.
Bulog juga berkomitmen melakukan monitoring rutin setiap minggu ke seluruh RPK, terutama yang berada di kawasan pasar, guna menjaga stabilitas harga dan memastikan beras SPHP tepat sasaran.
“Pengawasan akan terus kami lakukan agar beras subsidi ini benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Jarau.










