Sekilas Info

Kubu Raya

Memperingati Hari Hutan, PMKRI Sungai Raya Adakan Gerakan Tanam Bakau

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI )Cabang Sungai Raya.

MetroKalbar.com, Kubu Raya - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia atau PMKRI Cabang Sungai Raya melakukan kegiatan penanaman Bakau di Ekowisata Telok Berdiri desa sungai kupah kecamatan sungai kakap kabupaten kubu raya.

Bertepatan dengan peringatan hari hutan Indonesia dan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, PMKRI Cabang Sungai Raya bergerak dalam melestarikan Hutan yang ada di daerah kabupaten Kubu Raya.

hal tersebut juga guna mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian terhadap masyarakat dan peran mahasiswa dalam menyikapi lingkungan daerah pesisir, terutama di Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari yakni pada 14 hingga 15 Agustus 2021 dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan prosedur pemerintah.

Ada beberapa rangkaian kegiatan yakni, penanaman bibit mangrove, sosialisasi dan seminar peran pemuda dalam lingkungan dan bakti sosial di sekitar ekowisata.

Pesisir desa sungai nipah berbatasan langsung dengan laut cina selatan yang bermata pencahariannya di sekitar hutan bakau seperti mencari ikan, kepiting dan udang juga bakau berfungsi sebagai pelindung alami pantai.

Akar pohonnya yang kokoh menjadikannya penghalang alami dari gelombang pantai sehingga dapat melindungi daerah garis pantai dan memperlambat erosi.

Selain daripada itu, penamanan bakau yang dilaksanakan PMKRI Cabang Sungai Raya kali merupakan buntut keperdulian kader-kader PMKRI terhadap lingkungan dan mendukung penuh pelestarian lingkungan yang ada di Kabupaten Kubu Raya.

Dalam pelaksanaannya,
Ketua presidium PMKRI Cabang Sungai Raya, Lena Sumbung mengatakan, "kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan bentuk keterlibatan kita dalam memperingati hari hutan Indonesia dan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia." Ucapnya.

Kegiatan ini juga kita laksanakan karena merupakan bentuk keperdulian kita terhadap lingkungan dan bukan hanya sampai disini, kita juga terus memperhatikan perkembangan dan perubahan lingkungan di sekitar kita." Tambahnya.

Semetara itu, Ketua unit ekowisata telok berdiri Ahmad kamal, menerangkan bahwa, "Hutan bakau di kalimantan barat ini sudah amat kritis terutama di Ekowisata Telok Berdiri jadi kami membutuhkan dukungan dari pemerintah dan dari komunitas-komunitas agar memperhatikan alam tentang mangrove apalagi di wilayah pesisir." Tuturnya.

Lanjut Kamal mengatakan, "kami juga berharap kepada pemerintah supaya lebih giat memperhatikan kondisi hutan bakau yang ada di Ekowisata Telok Berdiri ini." Pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga