Sekilas Info

Ketapang

Terbakar Api Cemburu, Pemuda Ini Nekat Pukuli Anak Ketua Komisi II DPRD Ketapang

Ilustrasi

MetroKalbar.com, Ketapang - Lantaran diduga terbakar api cemburu DI seorang pria di Ketapang nekad melakukan dugaan penganiayaan terhadap anak dari Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang, Minggu (22/5/2022) dinihari. Akibat kejadian tersebut korban mengalami sejumlah luka dibagian tubuh.

Saat dikonfirmasi, Uti Farras Difta mengaku kalau dirinya telah melaporkan kejadian dugaan penganiayaan yang dialami dirinya ke Polres Ketapang.

"Laporan resmi dan hasil visum sudah saya serahkan beberapa jam setelah kejadian ke Polres Ketapang," ungkapnya, Senin (23/5/2022).

Difta menceritakan, kalau kejadian bermula ketika dirinya bersama dua orang temannya hendak pulang setelah bersantai. Sesampainya ditempat parkir kendaraan terduga pelaku tiba-tiba mendatangi dan kemudian menyerang dirinya.

"Dia tiba-tiba datang dan langsung menyerang saya dengan cara mencekik leher dan mencakar tubuh saya, saat itu saya berusaha menghindar sebelum akhirnya di lerai," akunya.

Difta melanjutkan, kalau dirinya beberapa kali mendapat ancaman dari pelaku, bahkan pasca kejadian pelaku sempat mengancam dirinya. Diakuinya hal ini diduga pelaku terbakar api cemburu lantaran mantan pacarnya berteman dengan dirinya.

"Dugaan saya karena cemburu mantan pacarnya sama saya padahal kami cuma berteman, informasi dari mantan pacarnya memang pelaku sering cemburu dan mengejar siapa saja yang dekat dengan mantan pacarnya," tuturnya.

Untuk itu, Difta berharap kejadian ini dapat diproses hukum sesuai aturan yang ada dan supaya kejadian serupa tidak terjadi baik terhadap dirinya atau orang lain.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ketapang AKP M. Yasin mengakui kalau pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Saat ini kasus sedang didalami pihaknya.

"Informasi dari pelapor dugaan karena cemburu namun kita akan panggil saksi dan terduga pelaku untuk lebih jelasnya," akunya.

Yasin melanjutkan, jika nantinya terlapor terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan, pelaku dapat dijerat dengan pasal 351 KUHP.

"Kita lihat dulu apakah dalam kategori penganiayaan berat atau ringan. Hukumannya paling lama penjara 2 tahun 8 bulan," tukasnya.

Penulis:

Baca Juga