Sekilas Info

Ketapang

Didanai APBD Ketapang Puluhan Miliar, Pembangunan Rumah Sakit Tipe D Sandai Terbengkalai

Poto: kondisi Rumah Sakit Tipe D Sandai,terlihat kondisi plafon sudah pada roboh dan rapuh.

MetroKalbar.com, Ketapang - Rumah Sakit Pratama tipe D di Kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dibangun menggunakan APBD Kabupaten Ketapang Tahun 2021sebesar Rp 25 miliar lebih, yang di kerjakan oleh Kontraktor PT Peduli Bangsa belum bisa difungsikan atau terbengkalai.

Perusahaan asal kota Medan Provinsi Sumatera Utara itu, dinyatakan sebagai pemenang dengan harga terkoreksi Rp25.585.081.597,95 oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Ketapang pada Juni 2021.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi beberapa waktu lalu, pembangunan RS Sandai terbengkalai. Tidak ada aktivitas.Tampak tumpukan kontruksi sisa pekerjaan. Di luar gedung masih berserakan.

Tidak hanya itu, di dalam bangunan rumah sakit terlihat sudah ada yang mulai rusak. Paling fatal, sebagian dek bangunan bagian luar rusak parah.

Atas kondisi belum berfungsinya Rumah Sakit tersebut, Kepala Desa Sandai Kiri, Kecamatan Sandai, Harman Susandi mendorong agar pembangunan RS Sandai tetap dilanjutkan.

Menurut Harman, pembanguan RS Sandai sangat diharapkan masyarakat. Sehingga dia menyayangkan jika sekarang bangunan bernilai miliaran itu belum bisa difungsikan.

“Kita khawatir bangunannya rusak. Apapun alasannya, pembangunan ini harus dilanjutkan. Masyarakat berharap secepatnya bisa difungsikan,” ungkapnya, Jumat (29/07/2022).

Dia berpendapat, dengan dioperasikannya RS Sandai mempermudah warga Kecamatan Sandai mendapat pelayanan kesehatan. Terlebih nantinya akan ada dokter spesialis yang ditugaskan.

“Tentu dengan adanya Rumah Sakit, masyarakat bisa lebih mudah berobat, terutama masyarakat kurang mampu. Belum lagi mereka yang mau berobat dengan dokter spesialis,” timpalnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami menyebut bahwa terbengkalainya pembangunan RS Sandai karena tidak diselesaikan oleh kontraktor.

“Pembangunan RS Pratama Sandai tidak diselesaikan oleh Kontraktor PT Peduli Bangsa,” kata Rustami saat dikonfirmasi, kemarin.

Lantaran tidak diselesaikan kontraktor, pihaknya melakukan pemutusan kontrak. Tetapi, kata dia, pembangunan tetap dilanjutkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

“Dilakukan pemutusan kontrak. Pembangunannya akan dilanjutkan pada APBD Perubahan,” tulis Rustami melalui pesan WhatsApp.

Kendati menyampaikan soal pemutusan kontrak dan akan melanjutkan pembangunan, Rustami tidak membeberkan alasan kontraktor tidak menyelesaikan pekerjaan hingga diputus kontrak.

Bahkan, saat ditanya soal persentase pencairan anggaran ke pelaksana (kontraktor) dari total pagu dana, ia tak memberi jawaban pertanyaan tersebut. Pesan WhatsApp hanya dibaca yang bersangkutan.

Penulis: Budi
Editor: Redaksi

Baca Juga