Sekilas Info

Ketapang

Kepala Kantor Kemenkum HAM Wilayah Kalbar Tinjau Kamar Hunian Lapas Kelas ll B Ketapang

Terlihat Kepala Kantor Kemenkum HAM Wilayah Kalimantan Barat Pria Wibawa saat kunjungi Lapas Kelas ll B Ketapang

MetroKalbar.com, Ketapang - Guna memastikan kondisi Lembaga Pemasyarakatan (lapas) IIB Ketapang, Kepala Kantor Kemenkum HAM Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), Pria Wibawa didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivas) Ika Yusanti, serta Kalapas, Ali Imran melakukan peninjauan terhadap kamar hunian narapidana di blok laki-laki dan blok perempuan.

Usai melakukan peninjauan, Pria mengatakan, jika kunjungannya ke lapas Ketapang merupakan pertama kalinya setelah mengunjungi lapas Singkawang, Sambas, dan Sanggau, sejak 4 bulan menjabat di Kalbar.

Pria mengaku, dari hasil peninjauannya ke hunian narapidana, kondisi lapas Ketapang saat ini dinilainya oper kapisitas. Maka dari itu ia pun berwacana akan mengajukan bantuan renopasi dan penambahan blok hunian ke Dirjenpas.

"Tentunya kalau sudah oper kapisitas dalam 1 sel tahannan sudah tidak enak dipandang mata, serta kita mencegah terhadap pelanggaran HAM dan kepastian keamanan," ujarnya Rabu, (7/9/2022).

"Mudah-mudahan pengajuan usulan kita untuk merenopasi lapas Ketapang ini disetujui, dan tahun depan pelaksanaannya sudah bisa dimulai," harap Pria.

Sementara itu, Kadivas Kalbar, Ika Yusanti, menambahkan, bahwa renovasi terhadap lapas Ketapang sangat diperlukan mengingat kondisi lapas ketapang dinilainya lapas yang kondisinya termiris di Kalbar.

"Saking oper kapisitas tentunya dari segi pelayanan dan kesehatan tidak memadai, bahkan untuk tidur napi pun juga sulit, namun jika terealisasi pembangunan serta panambahan ruangan tentunya bisa teratasi," ungkapnya.

Ika menyampaikan, selayaknya lapas Ketapang berkapisitas 200 orang penghuni, akan tetapi saat ini dihuni oleh 930 narapidana bahkan pernah tembus mencapai 1000 orang.

Lebih lanjut, Ika menyebut kalau mengenai bantuan dari Pemda, diakuinya selama ini Kalapas Ketapang sendiri telah menjalin komunikasi meminta bantuan berupa tanah untuk pembangunan lapas baru atau renovasi.

"Yang saya dengar dari Pak Kalapas sudah ada komunikasi dengan Pemda, namun dari pada kita menunggu-nunggu mendingan yang ada saja kita kerjakan (meminta bantuan Dirjenpas-red)," pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga