Baru di Bangun, Plafon Ruang Kelas SMK Negeri 1 MHS Ambruk

Terlihat Reruntuhan plafon ruangan kelas SMK Negeri 1 Kecamatan MHS yang baru di bangun.

MetroKalbar.com, Ketapang – Plafon bangunan ruang kelas belajar dan ruangan perpustakaan SMK Negeri 1 Kecamatan Matan Hilir Selatan( MHS), Kabupaten Ketapang, yang dibangun dari sumber APBD Provinsi Kalbar tahun 2022 sekitar Rp 486 juta, mengalami kerusakan dan ambruk, sehingga mengganggu kenyamanan belajar.

Beruntung kejadian itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa, peristiwa terjadi pada Rabu (15/2/23) pagi.

Video ambruknya plafon tersebut lantas tersebar media sosial. Dalam video berdurasi 35 detik itu, seorang warga mengatakan, plafon ruang kelas yang ambruk tersebut terjadi di ruang perpustakaan dan ruang kelas siswa.

“Ini kondisi di dalam ruang kelas baru, karena tiupan angin yang sedikit kencang disertai hujan menyebabkan dek runtuh pada satu ruangan belajar, seluruh dek runtuh pada satu ruangan belajar,” ujar pembuat video tersebut.

Video itu memperlihatkan kondisi plafon yang rusak berantakan, menimpa seluruh meja kursi yang ada di dibawahnya. Kerangka atap yang terbuat dari baja ringan pun terlihat jelas setelah seluruh plafonnya ambruk. Kendati plafonnya ambruk total, atap dari bangunan baru itu aman dari hantaman angin.

“Tadi ada yang cedera sedikit karena mencoba menyelamatkan diri, lompat dari jendela, keluar dari ruangan kelas ini,” sambung pembuat video itu.

Komite Sekolah SMKN 1 Matan Hilir Selatan, Komarudin kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kerusakan plafon itu karena faktor alam.

“Proyek sudah selesai, cuma masih dalam masa pemeliharaan, belum serah terima, tapi dari pada mereka (siswa) tidak ada ruangan jadi mereka menumpanglah di situ,” papar Komarudin, Jum’at (17/2/2023).

Pihaknya pun memastikan bakal memperbaiki kerusakan tersebut. Komite sekolah bakal meminta petunjuk kepada Dinas Pendidikan Provisi Kalbar terkait masalah itu.

Komarudin menambahkan, pihaknya hanya penanggungjawab proyek itu. Komite Sekolah SMKN 1 Matan Hilir Selatan menunjuk pihak ketiga PT Khatulistiwa Mandiri sebagai pelaksana proyek tersebut.

Sementara pihak ketiga atau pelaksana proyek, Abdul Bar mengaku robohnya plafon bukan karena rendahnya kualitas pekerjaan. Melainkan murni disebabkan cuaca yang beberapa waktu lalu ekstrem.

“Ini bukan soal kualitas pekerjaan, tapi memang karna faktor alam. Sekarang sudah kita perbaiki,” ucap Abdul Bar.

 

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup