Ternyata Dulu Pulau Gelam Ada Perkampungan

Pantai Pulau Gelam, Ketapang.

METROKALBAR, Ketapang – Pulau gelam yang terletak di perairan Kendawangan dulunya pernah dihuni oleh masyarakat, hal ini diceritakan tokoh Masyarakat Kendawangan yang lahir di pulau gelam H Asmuni Lakok kepada Media ini.Minggu ( 17/6/23).

Dirinya menuturkan, dahulu pulau gelam ramai penduduknya, di pulau ini banyak keluarga besar saya, karena saya lahirnya di sana dan banyak lagi keluarga besar kawan – kawan yang lain tinggal di situ.

“Seiringnya waktu dan jaman semakin maju, dengan perlahan – lahan kami mencari tempat yang ramai dan menetap di kendawangan, karena menurut kami, jika kami tetap diam di pulau gelam, akses terlalu susah untuk di tempuh, karana dulu dipulau itu tidak ada sama sekali pasilitas pemerintah, seperti sekolah, puskesmas dan lain – lain,” tuturnya.

Menurutnya, pada masa itu alat transportasi air terbilang sepi dan jika ada keluarga yang sakit disiang dan malam atau ada yang melahirkan tidak bisa untuk mendapatkan bantuan tenaga medis dan dll.

“Oleh sebab itulah kami yang asli di lahirkan orang tua kami di pulau itu, satu persatu pindah ke kecamatan kendawangan. Namun keluarga saya dan keluarga kawan – kawan yang nelayan, masih tetap boleh balek ke sana untuk mencari ikan dll.” tuturnya.

Lanjutnya, hak milik kami tidak akan pernah hilang, karena semua orang tau sejarahnya bahkan kami punya tanam tubuh seperti pohon asam, tanaman itu bukan tanaman yang tumbuh dibuat – buat atau dengan sengaja dimanipulasi.

” Sekarang pulau itu ada harganya dan ada tambang di situ, tanaman itu sudah ada jaman orang tua kami, dan kami pun masih kecil- kecil, bahkan ada tanaman orang tua kami, sebelum kami lahir tanaman terbut sudah ada.

Saat ini, tempat kelahirannya itu kini terusik dengan hadirnya perusahaan tambang yang dimiliki oleh PT Sigma Silica Jayaraya (SSJ) untuk melakukan pengerukan pasir kuarsa/Silika di wilayah kawasan konservasi pulau gelam.

Pulau ini pun ramai diperbincangkan dan jadi polimik di masyarakat. Sebagai putra daerah dirinya terpanggil untuk bergerak bersama masyarakat dan menolak keras aktivitas eksplorasi pasir kuarsa oleh perusahaan tambang itu.

“Jangan hanya berpikir keuntungan sejenak saja tapi berpikirlah untuk masyarakat luas, untuk anak cucu kita. Karena pengerukan tambang pasir Silika ini sama sekali tidak memihak ke masyarakat,” ungkap pria kelahiran dipulau gelam ini dengan tegas. **

 

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup