Aktivitas Truk Sawit PT SKM, Hancurkan Akses Jalan  Sei Awan – Tanjungpura 

Poto: konvoi mobil truk muatan buah sawit milik PT SKM melintasi akses jalan Sei Awan - Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Ketapang.

METROKALBAR, Ketapang – Belasan kilo meter (km) akses jalan yang menghubungkan Desa Mayak, Tanjungpura, Ulak Medang dan sekitarnya mengalami rusak berat, akibat truk yang membawa hasil perkebunan sawit milik PT. Sinar Karya Mandiri (SKM) melebihi batas berat yang ditentukan.

Hingga kini, kondisi jalan yang dibangun puluhan miliar menggunakan APBD Kabupaten Ketapang itu mengalami rusak berat. Padahal jalan tersebut, menjadi akses penghubung antar tiga desa, yakni Desa Manyak, Tanjungpura dan Ulak Medang.

” Bayangkan, jalan tanah gambut yang hanya dilapisi laterit tipis, mana mampu menampung truk sawit yang bermuatan belasan ton sawit. Tentu akan menimbulkan lobang dan kubangan yang sulit dilalui dan membahayakan masyarakat pengguna jalan” kata salah satu tokoh masyarakat Desa Tanjungpura, Sumirhan. Selasa.(14/5/24).

Salah satu area yang terdapat lubang menganga terlalu besar ada disepanjang jalur lintas jalan  Sei awan – Tanjungpura, sehingga meresahkan masyarakat yang melintas di jalan tersebut.

Ia mengatakan, beberapa masyarakat telah meminta pihak perusahaan untuk membantu memperbaiki jalan yang dilalui masyarakat tersebut, namun respon pihak perusahaan seolah tak peduli.

Sementara itu, Deden pengusaha Travel yang juga putra daerah Tanjungpura menyatakan kecewanya dengan pihak perusahaan yang diduga abai dalam memelihara jalan yang digunakan perusahaan sawit.

” Pernah saya membawa tamu dari Pontianak untuk ziarah ke makam Raja Tanjungpura, di jalan yang rusak parah, mobil kami amblas dan berakibat kecewanya tamu yang saya pandu ” ujar Deden dengan gusar.

Rion Sardi, anggota DPRD Ketapang terpilih 2024 – 2029 mengharapkan pihak PT SKM untuk lebih peduli dengan desa desa di sekitar perusahaan mereka dengan menggelontorkan dana CSR (Corporate Social Responsibility).

” Ayo bantu masyarakat, perbaiki jalan yang dipakai perusahaan yang setiap hari digunakan masyarakat dengan dana CSR. Jangan sampai masyarakat memboikot perusahaan dengan memasang portal atau melakukan hal hal lainnya. Tentu ini tidak kita inginkan bersama” ujar Politisi Demokrat yang bergelar Putra Penyangga Tanjungpura ini.

Ketika dikonfirmasi Direktur PT.SKM, Kunardi kepada Metro Kalbar.com membenarkan terjadi kerusakan pada badan jalan Sei  –  Tanjungpura tersebut, namun pihaknya dipastikan selalu memperbaikinya.

Selain itu, menurut Kusnadi terjadinya banjir di areal jalan itu, dikarenakan rendaman air dari luapan tanggul milik PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (MPK) sehingga membuat pihaknya merasa kesulitan.

” Rusak memang ada, tapi saya pastikan SKM tetap dan selalu perbaikan, namun rendaman air dr(dari) luapan tanggul MPK membuat kami kesulitan. ” katanya saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Rabu (15/05/2024).

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup