Distanakbun Gelar FGD Ketahanan Pangan Kabupaten Ketapang
METROKALBAR, Ketapang – Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Ketapang menggelar Forum Group Discusion (FGD) tentang ketahanan pangan, FGD kali ini mengusung tema “Sinergitas Program Pembangunan Pertanian Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Ketapang”
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Zuri, kami 21/11/2024,
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Drs. H. Maryadi Asmui, MM., yang menyampaikan sambutan Bupati Ketapang, mengatakan Hari pangan Sedunia adalah hari Internasional yang dirayakan setiap tahun di seluruh dunia pada tanggal 16 oktober.
Staf Ahli menjelaskan tujuan hari pangan sedunia adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat Internasional terhadap pentingnya yang meluas didalam antar negara.
Dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan Nasional. Pemerintah telah memperkuat sinergi infrastruktur untuk mencapai target swasembada pangan dengan prioritas yang harus dicapai ketersediaan infrastruktur yang mendukung sektor Pertanian
Dikatakan Staf Ahli bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo telah menetapkan target Indonesia mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu tiga sampai empat tahun mendatang
oleh karenanya penyediaan infrastruktur harus terkendali secara terpadu agar tidak dijumpai hambatan yang berarti untuk mencapai swasembada pangan Kementerian Pertanian telah mencanangkan cetak sawah sebanyak 3 juta hektar selain itu daerah sementara pertanian yang terhubung dengan irigasi dan bendungan yang disediakan oleh kementrian PU
Menurut Staf Ahli dengan mengacu kepada kepentingan dan kebutuhan serta kesesuaian lahan pertanian pangan setempat karena untuk mewujudkan dan mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan menjadi tugas kita bersama
Staf Ahli menambahkan pertama harus kita backup data informasi produksi, ketersediaan bahan pangan kita di gudang gudang atau lumbung lumbung kita yang berada di masyarakat
Ia menyarankan OPD terkait harus menjalin kerja sama dengan daerah daerah penyedia beras, hal ini menurutnya yang belum dilakukan sama sekali.






