Pengawasan Pajak Diperketat, Bapenda Ketapang Datangi Tempat Hiburan
METROKALBAR, Ketapang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ketapang melakukan pemantauan langsung ke sejumlah tempat hiburan malam. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara kondisi di lapangan dengan pembayaran retribusi pajak daerah oleh para pengelola usaha.
Kepala Bapenda Ketapang, Drs. P. Devie Frantito, M.M., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk membandingkan jumlah pengunjung dengan rata-rata pajak yang dibayarkan setiap bulan.
“Tujuan kami untuk memastikan adanya kesesuaian antara tingkat kunjungan dengan kewajiban pajak daerah. Dari hasil pemantauan malam ini, pembayaran pajak oleh para pengelola dinilai sudah sesuai,” ungkap Devie, Sabtu (25/4/26) malam.
Menurutnya, tingkat kunjungan ke tempat hiburan malam di Ketapang tidak selalu ramai setiap waktu. Lonjakan pengunjung biasanya terjadi saat adanya event tertentu.
“Jika dilihat dari kapasitas ruangan dan jumlah pengunjung, masih masuk akal dengan pajak yang selama ini dibayarkan oleh para pengusaha hiburan malam,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Penerimaan Daerah (P2D) Bapenda Ketapang, Abdul Razak, S.E., M.Sos., menegaskan pentingnya kontribusi para wajib pajak dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha, tidak hanya hiburan malam, tetapi juga hotel, restoran, sarang burung walet, parkir, dan sektor lainnya untuk terus berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah,” ujar Razak.
Ia menambahkan, di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan potensi yang ada guna meningkatkan pendapatan daerah.
“Pendapatan tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan sektor lainnya,” terangnya.
Lebih lanjut, Abdul Razak mengimbau para pelaku usaha dan investor agar tetap taat pajak sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan Kabupaten Ketapang.
Di sisi lain, pengelola hiburan malam, Chandra, mengakui bahwa jumlah pengunjung di tempat usahanya tidak menentu.
“Kadang ramai, kadang sepi. Namun kami tetap rutin membayar pajak setiap bulan. Biasanya pengunjung didominasi pekerja yang ingin mencari hiburan. Jika ada event, pasti lebih ramai,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pengelola lainnya, Benni. Ia menyebutkan bahwa jumlah pengunjung bisa meningkat signifikan saat digelar acara khusus.
“Kalau ada event yang kami selenggarakan, pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Tapi event seperti itu tidak rutin setiap bulan, biasanya hanya di hari-hari besar tertentu,” pungkasnya.









