Bupati Puji Grebeg Suro: Simbol Rasa Syukur dan Persatuan Masyarakat Ketapang

METROKALBAR, Ketapang – Suasana hangat penuh semangat kebersamaan mewarnai perayaan Grebeg Suro Ketapang 2026 yang digelar Sabtu (18/7/2026) sore.

Acara tahunan ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-29 Keluarga Besar Paguyuban Jawa Ketapang serta pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi.

Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan rezeki, sekaligus momen berharga untuk mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Ketapang.

Rangkaian acara diawali dengan Kirab Budaya yang dilepas secara resmi oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., dari Pendopo menuju lingkungan Kantor Bupati. Karnaval ini menampilkan beragam kesenian tradisional serta gunungan hasil bumi yang diarak oleh perwakilan berbagai paguyuban Jawa dan sejumlah kecamatan di wilayah Ketapang.

Ribuan warga tampak memadati sepanjang rute perjalanan dengan antusias menyaksikan kemeriahan yang sarat nilai budaya, gotong royong, dan kebersamaan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada Keluarga Besar Paguyuban Jawa Ketapang yang selama 29 tahun konsisten menjaga dan melestarikan budaya Jawa sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan kultural daerah.

“Grebeg Suro dan Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi ini mengajarkan kita menjaga kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan melestarikan nilai luhur yang harus terus kita rawat bersama,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan komitmennya memimpin tanpa membedakan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Saya hadir melayani seluruh masyarakat tanpa kecuali. Keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan kita,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menggaungkan semangat Guyub Rukun Selawase, hidup rukun dan damai selamanya. “Mari jaga kerukunan, saling menghormati, bergotong royong, dan bersinergi mewujudkan Ketapang yang maju dan mandiri,” imbuhnya.

Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa kemajemukan di Ketapang adalah kekayaan berharga yang terus dijaga demi terciptanya harmoni dan kemajuan daerah.

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup