Ketapang Bersinar 2026, Enam Duta Anti Narkotika Siap Jadi Agen Perubahan

METROKALBAR, Ketapang – Malam Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkotika Kabupaten Ketapang 2026 di Hotel Grand Zuri Ketapang, Minggu malam, 13 September 2026, menghasilkan enam nama yang akan membawa pesan pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.

Ajang yang mengusung tema “Berani Tampil, Berani Bersinar” itu merupakan bagian dari program Ketapang Bersinar 2026 yang digelar Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Ketapang bersama panitia pelaksana.

Sebelum mencapai malam puncak, para peserta mengikuti rangkaian penyisihan pada 11 dan 12 September 2026 di Weng Cafe Ketapang. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai kategori cilik, remaja hingga kategori Duta Anti Narkotika tingkat SMA, mahasiswa dan umum dengan batas usia maksimal 25 tahun.

Dari panggung tersebut, Aksel Carisko terpilih sebagai Duta Anti Narkotika Putra, sedangkan Vania Eveline Lim menjadi Duta Anti Narkotika Putri.

Untuk kategori remaja, gelar Duta Anti Narkotika Remaja Putra diraih Dave Marvelino Kwee dan Duta Anti Narkotika Remaja Putri diraih Priscilla Clarissa.

Sementara kategori cilik menempatkan Dinar Al-Ghifari Sudrajat sebagai Duta Anti Narkotika Cilik Putri dan Reyki Savian Alteza sebagai Duta Anti Narkotika Cilik Putra.

Koordinator Steering Committee Panitia, Adang Hamdan, yang juga Sekretaris LAN Kabupaten Ketapang, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses. Ini merupakan hasil kerja bersama,” kata Adang.

Ia mengapresiasi jajaran pengurus LAN Kabupaten Ketapang dan panitia pelaksana yang telah bekerja sejak tahap persiapan hingga malam Grand Final.

Menurut Adang, keberhasilan kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan para sponsor dan berbagai pihak yang ikut membantu.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus LAN Ketapang, panitia pelaksana, para sponsor dan semua pihak yang telah memberikan dukungan untuk menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.

Mewakili Bupati Ketapang, Sekretaris Daerah, dalam sambutannya mendorong generasi muda agar mengisi waktu dengan kegiatan positif. Pendidikan, olahraga, seni, kewirausahaan dan kegiatan sosial dinilai dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk berkembang sekaligus menjauh dari penyalahgunaan narkotika.

Kepada seluruh finalis, ia menegaskan bahwa kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Seluruh peserta, kata dia, telah menjadi bagian dari gerakan anti narkotika.

“Menang bukan berarti berhenti berjuang, dan tidak terpilih bukan berarti gagal. Yang terpenting adalah tetap menjadi bagian dari solusi untuk mewujudkan Ketapang yang bersih dari narkotika,” tegasnya.

Pesan itu menjadi pekerjaan baru bagi enam duta yang telah terpilih. Gelar dan mahkota tidak berhenti di atas panggung Grand Zuri. Mereka diharapkan membawa pesan pencegahan narkotika ke sekolah, keluarga, kampus dan lingkungan masyarakat.

Pemilihan Duta Anti Narkotika menjadi ruang untuk memperkenalkan gerakan pencegahan narkotika dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, dengan keberanian tampil, kreativitas dan prestasi.

Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap kegiatan tersebut melahirkan figur muda inspiratif yang mampu menjadi agen perubahan sekaligus penggerak kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika.

Pencapaian itu membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, DPRD, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga dan masyarakat didorong untuk bersama-sama membangun lingkungan yang sehat dan bebas dari narkotika.

Iklan CMI

Dirgahayu RI Anggota DPRD, Nasdiasyah, S.E,.M.E

M.ERI SETYAWAN, S.Sos.,M.AP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup