Momen Bupati Alexander Wilyo di Guyur Hujan Saat Hadiri Maulid Nabi
METROKALBAR, Ketapang – Hujan akhirnya turun menyirami wilayah pesisir Kabupaten Ketapang pada Minggu (27/9/2026), menandai berakhirnya masa kemarau panjang yang berlangsung selama 86 hari, disertai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kesulitan akses air bersih.
Momen istimewa itu disaksikan langsung oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo saat berada di tengah masyarakat Desa Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong, dalam rangka menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus meresmikan Kantor Desa Sukabaru.
Bagi warga yang telah lama menantikan kelegaan, turunnya hujan justru tidak menyurutkan semangat mengikuti kegiatan. Sebaliknya, suasana menjadi semakin bermakna sebagai wujud rasa syukur atas beralihnya masa sulit yang dibayangi kabut asap dan krisis air.
Alexander Wilyo menyambut hujan tersebut sebagai rahmat yang dinanti-nantikan.
“Setelah 86 hari menanti di tengah kemarau, asap, karhutla, dan krisis air bersih, akhirnya hujan turun menyirami pesisir Kabupaten Ketapang. Hujan ini bukan sekadar air dari langit, melainkan kelegaan dan rasa syukur kita bersama,” ujarnya.
Momen itu terasa semakin istimewa karena beriringan dengan peringatan Maulid Nabi. Di tengah sukacita menyambut hujan, Bupati tidak melupakan perjuangan seluruh pihak yang telah berjuang di garis depan penanganan karhutla.
Ia juga tak luput menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, pelaku usaha, hingga masyarakat luas yang terlibat aktif.
“Mereka tidak hanya bekerja memadamkan api, tetapi juga berjuang mendistribusikan air bersih dan membagikan masker saat kualitas udara memburuk,” tegasnya.
Bupati menegaskan, bahwa penanganan persoalan lingkungan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak dapat diembankan semata kepada pemerintah.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Mari terus bergandengan tangan, menjaga persatuan, dan membangun Ketapang demi masa depan anak cucu kita,” pesannya.
Selain kegiatan maulid, Alexander Wilyo juga meresmikan Kantor Desa Sukabaru yang baru. Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat semakin mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.
Malam di Desa Sukabaru itu pun menjadi momen pertemuan istimewa, karena bersamaan turunnya hujan di malam peringatan Maulid Nabi setelah menghadapi masa sulit selama hampir tiga bulan.










