KIPP dan BPBD Kayong Utara Distribusikan Satu Juta Liter Air Bersih ke Warga
METROKALBAR, Kayong Utara – Distribusi bantuan air bersih hasil kerja sama Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara telah mencapai satu juta liter. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kemarau panjang.
Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kondisi wilayah terdampak, serta akses menuju lokasi. Sejumlah wilayah memerlukan penyesuaian sarana transportasi agar bantuan dapat menjangkau warga yang mengalami keterbatasan sumber air.
Berdasarkan keterangan BPBD Kabupaten Kayong Utara, distribusi bantuan melalui kerja sama tersebut telah menjangkau Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, dan Pulau Maya. Desa yang termasuk dalam cakupan penyaluran meliputi Pemangkat, Medan Jaya, Pulau Kumbang, Teluk Batang, Padu Banjar, Sei Mata-mata, Teluk Melano, Sei Paduan, Simpang Tiga, dan Nipah Kuning.
Dampak kekeringan dirasakan masyarakat Dusun Karya Makmur, Desa Medan Jaya. Sejumlah sumur dan parit yang biasa digunakan warga dilaporkan mengering, sehingga masyarakat harus mencari sumber air alternatif atau membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Supari, warga Desa Medan Jaya, mengatakan keterbatasan air bersih menjadi persoalan selama musim kemarau. Bantuan yang diterima membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah berkurangnya sumber air.
“Selama musim kemarau ini, ketersediaan air sangat kurang. Sumur-sumur maupun parit sudah tidak ada airnya. Kami sangat membutuhkan bantuan air bersih seperti ini,” ujar Supari.
Ia memperkirakan air bantuan dapat digunakan selama sekitar tiga hingga empat hari, bergantung pada kebutuhan setiap keluarga. Ia berharap distribusi dapat berlanjut apabila kondisi kekeringan masih berlangsung.
Kepala Dusun Karya Makmur, Desa Medan Jaya, Budiono, mengatakan kebutuhan air untuk konsumsi menjadi perhatian utama masyarakat. Menurutnya, air yang masih tersedia di sejumlah lokasi sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, dan keperluan sanitasi.
External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara dilakukan untuk mendukung penyaluran bantuan ke wilayah yang membutuhkan.
“Kami memahami ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Karena itu, KIPP bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
Kami berharap dukungan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya untuk keperluan minum dan memasak selama musim kemarau berlangsung,” ujar Sugeng.
BPBD Kabupaten Kayong Utara menyampaikan penanganan darurat kekeringan masih berlanjut karena kondisi ketersediaan air di sejumlah wilayah belum sepenuhnya pulih. Kerja sama penyaluran air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.










