Acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting ini membahas potensi dan strategi penguatan ekonomi di wilayah sub-regional Indonesia, khususnya di Kalimantan. Kegiatan ini juga diikuti oleh para kepala daerah, akademisi, pelaku usaha, serta perwakilan lembaga pemerintahan pusat dan daerah.
Bupati Ketapang menyampaikan bahwa Kabupaten Ketapang, sebagai wilayah paling selatan di Provinsi Kalimantan Barat dengan luas sekitar 30.000 km² dan jumlah penduduk mendekati 600 ribu jiwa, terus menunjukkan kinerja ekonomi yang positif.
Pertumbuhan ekonomi Ketapang tercatat di atas rata-rata provinsi dan nasional, yakni sebesar 6,73% pada triwulan I dan 8,12% pada triwulan II tahun 2024.
PDRB Kabupaten Ketapang mencapai sekitar Rp39 triliun, dengan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai kontributor utama. Pemerintah Kabupaten Ketapang terus mendorong peningkatan ekonomi daerah melalui penguatan infrastruktur, pengembangan UMKM, hilirisasi industri, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.
Hingga pertengahan tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Ketapang mencapai Rp8,1 triliun dari target Rp10,2 triliun, menjadikannya tujuan investasi terbesar di Kalimantan Barat. Selain itu, terdapat 113 izin usaha pertambangan yang menjadi potensi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di daerah ini.
Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Perwakilan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia dan berbagai tokoh nasional lainnya.









