Warga Apresiasi Respon Pelaksana Puskesmas Kendawangan, Perbaikan Akses Jalan Segera Dilaksanakan
METROKALBAR, Ketapang – Dinas Kesehatan melalui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) bersama pihak pelaksana pembangunan Puskesmas Kendawangan, segera merealisasikan perbaikan akses jalan di wilayah sekitar yang sempat terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
Kontraktor Pelaksana CV. Multi Perkasa Sentosa serta Konsultan Perencana CV. Artant Kurva Khatulistiwa didampingi KPA selaku penanggungjawab pembangunan, turun langsung bertemu masyarakat.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan sekaligus KPA, Florensius Y.M. Tapun, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Mawan selaku tokoh masyarakat sekitar dan seluruh warga di lingkungan Puskesmas.
“Saya selaku KPA memohon maaf kepada warga atas ketidaknyamanan ini. Tidak ada niat kami bersikap sewenang-wenang atau tidak peka, apa pun alasannya. Bersama Kepala Puskesmas Kendawangan, saya kembali meminta maaf,” ujar Tapun. Rabu (16/9/2026).
Sebagai langkah penyelesaian, Tapun meminta pelaksana pekerjaan menyelesaikan penimbunan dan pengerasan badan jalan yang belum tuntas.
Dua titik lampu penerangan juga akan dipasang, satu di dekat akses jalan beraspal, satu lagi di ujung jalan bagian belakang puskesmas.
Pihak pelaksana segera menindaklanjuti kesepakatan dan berkoordinasi dengan pemilik tanah untuk keperluan penimbunan.
Pemasangan lampu penerangan telah dilaksanakan, didampingi Ketua RT 002 RW 004 Along Makmoy serta seorang warga bernama Anggi.
Sebagai wujud kepedulian, Along Makmoy secara sukarela menyumbangkan satu unit lampu penerangan jalan.
Kini lampu penerangan telah berfungsi baik. Pekerjaan penimbunan dan pengerasan badan jalan masih menunggu pasokan tanah timbunan yang terkendala kerusakan alat berat. Kendala ini telah dikomunikasikan kepada Ketua RT dan warga sekitar.
Tapun menambahkan, pihaknya membuka diri sepenuhnya terhadap pengawasan masyarakat.
“Mohon ingatkan dan tegur kami jika ada hal yang kurang tepat. Pengawasan dari masyarakat maupun media sosial sangat kami butuhkan demi kelancaran pembangunan ini. Segala masukan yang membangun akan menjadi motivasi kami untuk bekerja lebih baik,” tegasnya.
Sebelumnya, kesalahpahaman terjadi akibat keluhan warga belum tersampaikan secara menyeluruh kepada Dinas Kesehatan maupun Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Warga yang tinggal di belakang kompleks Puskesmas Kendawangan menyampaikan protes agar keluh kesah mereka mendapat respons serius.
Mereka mencatat telah terjadi perpindahan atau penutupan akses jalan sebanyak dua kali, pertama pada 10 Oktober 2017, dan kembali terjadi pada Agustus 2026.
Saat dilakukan pertemuan, Mawan yang merupakan tokoh masyarakat sekitar menjelaskan kronologis penggunaan jalan tersebut. Jalan pengganti yang dibuat pada tahun 2017 dinamakan ‘Jalan Raden Sune’, diambil dari nama salah satu ahli waris warga di lingkungan puskesmas.
Warga telah mengingatkan agar jalan pengganti dibangun dengan kualitas yang setara dengan jalan yang diserahkan pada tahun itu.
“Saya turun langsung mengingatkan agar jalan dibangun layak sebagai akses warga, apalagi sudah ada dua warga yang tergelincir dan jatuh karena kondisi jalan berpasir,” ungkap Mawan.
Setelah adanya komitmen dari penanggungjawab pembangunan, Mawan mewakili masyarakat sekitar mengapresiasi langkah pelaksana yang akan segera memperbaiki akses jalan warga dan berterima kasih telah mendengarkan keluhan warga.
“Kami warga sekitar setuju dan mendukung sepenuhnya pembangunan Puskesmas Rawat Inap Kendawangan dan tidak ada yang menghalangi,” pungkasnya.










