Scroll Untuk Lihat artikel
Example 360x320
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Gaji Honorer dan Tenaga Kontrak Ketapang Cair Sebelum Lebaran

2600
×

Gaji Honorer dan Tenaga Kontrak Ketapang Cair Sebelum Lebaran

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Ketapang, Alexander Wilyo. Poto: ist

Ketapang, MetroKalbar.com – Gaji tenaga honorer dan Pegawai Tenaga Kontrak di Kabupaten Ketapang  Provinsi Kalimantan Barat akan dicairkan pemerintah sebelum hari raya Adul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada 13 Mai 2021.

Dalam hal ini diungkapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ketapang.

“Berdasarkan data Surat Perintah Membayar (SPM) yang masuk ke Bidang Pembendaharaan. Bahwa pengajuan pembayaran gaji tenaga kontrak Dinkes baru diajukan kemaren dan sudah langsung kita proses,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Ketapang, Alexander Wilyo. Kamis (29/4/21).

Alex  mengatakan, bahwa Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk tenaga kontrak Dinkes itu juga dicetak kemaren. “Jadi untuk pembayaran gaji tenaga kontrak Dinkes pasti sebelum Lebaran, beberapa hari kedepan sudah direalisasikan dan dibayarkan oleh bendahara pengeluaran Dinkes,” ungkapnya.

“Tentu hal ini tidak terlepas dari peran para pejabat penatausahaan keuangan di Dinkes seperti Pengguna Anggaran dan Pejabat Penatausahaan Keuangannya. Semoga semua proses lancar,” sambung Alexander.

Ia menjelaskan bahwa untuk proses pelayanan penerbitan Surat Penyediaan Dana (SPD). Serta SP2D dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) oleh BPKAD.

Menurutnya semua menggunakan sistem dan ada standar operasional prosedur (SOP) dan standar pelayanan minimal (SPM). Artinya jika syarat-syarat pengajuan pencairan dari OPD lengkap. Maka kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD) wajib menerbitkan SP2D paling lama dua hari sejak berkas permohonan diterima.

“Tapi kalau syarat berkas ada yang salah atau tidak lengkap maka akan dikembalikan kepada OPD untuk diperbaiki dan lengkapi,” tegasnya.

Alexander menambahkan sedangkan untuk pembayaran gaji tenaga kontrak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agoesdjam hingga saat ini belum ada mengajukan berkas surat permintaan pembayaran (SPP) atau surat perintah membayar (SPM).

“Kalau RSUD Agoesdjam Ketapang kita belum tahu karena belum ada mengajukan SPP atau SPM. Kita prinsifnya berdasarkan pengajuan dan kalau lengkap serta tak ada salah maka diproses lanjut dan paling lama dua hari sudah terbit SP2D oleh Kabid Perbendaharaan selaku Kuasa BUD,” tuturnya

Example 360x320
google.com, pub-2837929621927465, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example 120x600
https://metrokalbar.com/wp-content/uploads/2023/07/image-5.png