Scroll Untuk Lihat artikel
Example 360x320
Example floating
Example floating
Daerah

Mewakili Bupati, Asisten III Setda Resmikan Penancapan Tiang Pertama Balai Raya Cengkrame Melayu Ketapang

12
×

Mewakili Bupati, Asisten III Setda Resmikan Penancapan Tiang Pertama Balai Raya Cengkrame Melayu Ketapang

Sebarkan artikel ini

METROKALBAR KETAPANG, Mewakili Bupati Ketapang Asisten bidang Administrasi Umum Devy Harinda, S.STP.,ME meresmikan Penancapan Tiang Pertama Rumah Adat Melayu di kawasan Jalan Lingkar Kota Ketapang, Rabu (26/06/2024) Pagi.

Rumah Melayu tersebut diberi nama ‘Balai Raya Cengkrame Melayu Ketapang’. Rumah adat yang sejak lama didambakan kehadirannya itu bakal dibangun di atas lahan dengan luas 12.405 meter persegi.

Bupati dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten, mengatakan bahwa pembangunan Balai Raye Cengkrame Melayu ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya kita bersama dalam melestarikan dan mengembangkan budaya melayu yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Kabupaten Ketapang sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai- nilai budaya.

“Kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya ini bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia menyebut, lokasi balai raya cengkrame ini, merupakan salah satu pendukung kampung budaya di Kabupaten Ketapang.

“Kawasan ini juga sudah berdiri rumah jogjo Jawa, rumah adat Dayak, rumah budaya IKBM Madura, serta balai raya cengkerame yang merupakan rumah adat budaya Melayu Ketapang,” jelasnya.

Di lokasi ini lanjut Asisten, kita dapat melaksanakan berbagai kegiatan adat, mulai dari upacara adat, pertunjukan seni, hingga diskusi-diskusi yang mengangkat tema kebudayaan dan kearifan lokal selain itu, juga diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan budaya bagi generasi muda, sehingga mereka dapat lebih mengenal dan mencintai budaya.

“Kampung budaya yang kita canangkan merupakan simbol keberagaman, simbol persatuan, simbol kebhinekaan. Pemerintah Kabupaten Ketapang selalu memberikan dukungan kepada perkumpulan etnis, adat dan budaya masyarakat yang berada di Ketapang,”terangnya.

“Hal ini merupakan wujud nyata kita dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan serta memperkokoh budaya bangsa sehingga kita dapat mewujudkan cita cita besar kita yaitu ketapang maju menuju masyarakat sejahtera,” tambah Asisten.

Sementara itu, Kadisparbud Junaidi Firrawan, S.Sos.,ME, memaparkan bahwa pembangunan fisik balai cengkrame Melayu ini dimulai pada tahun 2024 dengan pagu anggaran Rp 1,9 miliar.

Ia menjelaskan dengan dana hampir dua miliar, seluruh tiang pancang rumah adat itu sudah dapat berdiri pada 8 September 2024 mendatang.

“Secara total, seluruh bangunan rumah adat Melayu Kabupaten Ketapang ini akan menyedot anggaran sebesar Rp11 miliar. Tetapi kita mengalokasikannya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, sehingga secara bertahap sampai dengan finishing nanti akan kita selesaikan,” jelasnya.

Example 360x320
google.com, pub-2837929621927465, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example 120x600
https://metrokalbar.com/wp-content/uploads/2023/07/image-5.png