Tropical Waterpark Ketapang Telan Korban, Anak SD Tenggelam di Kolam 1.6 meter
METROKALBAR, Ketapang – Musibah memilukan menimpa Kenzi Arshaq Dyandra (8 tahun), yang meninggal dunia diduga tenggelam saat bermain di kawasan wisata air Tropical Waterpark Ketapang, Kamis (28/5/2026).
Kejadian ini membuka kenyataan pahit terkait lemahnya sistem keamanan dan pengawasan yang diterapkan pihak pengelola, yang dianggap sangat mengabaikan keselamatan pengunjung, terutama anak‑anak.
Menurut keterangan Riska, seorang petugas penjaga, insiden terjadi sore hari saat lokasi dipadati pengunjung. Korban diketahui berada di kolam dengan kedalaman 1,6 meter.
Dari keterangan tersebut, kedalamannya jelas berisiko tinggi dan seharusnya tertutup akses bagi anak di bawah umur. Namun nyatanya, tidak ada pembatas yang jelas maupun petugas pengawas memperingati anak‑anak masuk ke area berbahaya.
Kelalaian pengelola makin terlihat nyata, saat kondisi ramai, seharusnya pengawasan ditingkatkan, namun faktanya tidak ada yang sigap memantau setiap sudut kolam.
Hal ini membuktikan keselamatan pengunjung bukan prioritas, melainkan keuntungan yang diutamakan. Selain itu, baru setelah musibah terjadi, pengelola menutup operasional mulai Jumat (29/5/2026). “Belum tahu buka lagi sampai kapan ,” ujar Riska singkat jawab konfirmasi wartawan.
Langkah pihak pengelola ini dinilai sekadar cara menutup muka, bukan bentuk tanggung jawab nyata atas nyawa anak yang hilang akibat kelalaian sistem keamanan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ketapang, Iptu Dedy Syahputra Bintang turut membenarkan terjadi peristiwa tersebut.
Ia menegaskan penyelidikan sedang berjalan, termasuk memeriksa saksi dan mengolah TKP. “Sementara akan kita lakukan olah TKP dan periksa saksi-saksi di TKP,” ujarnya.
Masyarakat pun meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki atas insiden tersebut dan menuntut pengelola dipertanggungjawabkan secara hukum agar tidak lagi melalaikan standar keselamatan yang wajib dipenuhi.









