Pemuda Lokal KIPP Dibekali Skill Industri Melalui Pelita Penebang
METROKALBAR, Kayong Utara – Program Pelita Penebang kembali menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di dunia industri modern. Sabtu (30/5/2026).
Melalui pelatihan operator overhead crane bersertifikasi, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) membuka peluang baru bagi generasi muda Kabupaten Kayong Utara untuk memperoleh keterampilan profesional sekaligus jenjang karir yang lebih jelas.
Program yang diinisiasi oleh divisi Health, Safety, and Environment (HSE) bersama divisi Human Resources KIPP ini difokuskan bagi tenaga kerja non-skill yang telah berada di lingkungan operasional perusahaan.
Pada tahap awal, pelatihan diberikan kepada pekerja di area batching plant guna meningkatkan kompetensi teknis sekaligus pemahaman keselamatan kerja di kawasan industri.
Head of Corporate Communications KIPP, Niken Prisca, mengatakan bahwa Pelita Penebang merupakan upaya nyata perusahaan dalam membangun kapasitas tenaga kerja lokal agar mampu mengisi kebutuhan industri strategis nasional di masa depan.
“Pelita Penebang ini cikal bakalnya adalah merintis talenta lokal untuk bisa mendapatkan kesempatan memiliki skill yang tersertifikasi secara profesional dan memiliki peluang besar untuk bisa bergabung sebagai karyawan di Kawasan Industri Pulau Penebang,” kata Niken.
Ia menjelaskan, program tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menciptakan ekosistem pengembangan SDM lokal.
Sebelumnya, KIPP juga telah memberangkatkan 89 pemuda untuk mengikuti pelatihan teknologi pengolahan aluminium di Cina selama tiga bulan melalui Operations Development Program (ODP).
Kawasan Industri Pulau Penebang sendiri merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dikelola PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan industri hilirisasi bauksit dan manufaktur terintegrasi di Indonesia.
Dalam proses pelaksanaannya, peserta Pelita Penebang harus melalui tahapan seleksi mulai dari pemeriksaan administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Peserta yang lolos kemudian mendapatkan pembinaan teori, praktik lapangan, hingga penguatan disiplin kerja dan keselamatan operasional industri.
“Jadi mereka itu memiliki bekal dasar bekerja dengan aman. Itu juga sebagai komitmen perusahaan untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman,” ujarnya.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti latihan fisik dan simulasi pengoperasian alat secara langsung bersama mentor dan operator senior.
Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan kerja nyata di lapangan.
Ke depan, manajemen KIPP berencana memperluas cakupan Program Pelita Penebang dengan menghadirkan pelatihan multi-skill lainnya yang menyesuaikan kebutuhan operasional industri.
“Harapannya masyarakat lokal memiliki skill yang sangat baik, bahkan bisa melebihi tenaga kerja dari luar,” tambahnya.
Bagi peserta, program ini menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki masa depan. Suheriduansyah (19), pemuda asal Tanjung Satai, mengaku termotivasi mengikuti pelatihan demi meningkatkan kemampuan dan memperoleh pengalaman baru di dunia industri.
“Motivasi saya ikut pelatihan ini karena mau naik skill juga dan berkembang. Saya juga ingin punya pengalaman baru,” ujarnya.
Ia mengaku metode pembelajaran yang diterapkan para instruktur membuat materi lebih mudah dipahami dan memberikan pengalaman belajar yang positif.
“Saya terima kasih sama tim Human Resources dan tim HSE yang sudah memberikan pembelajaran dan tempat untuk naik up-skill ini,” katanya.
Hal serupa disampaikan Eka Pramuja (22), warga Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai, yang melihat program ini sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan sekaligus membuka jenjang karir yang lebih baik.
“Yang jelas mengikuti program ini untuk meningkatkan income dan menambah wawasan juga. Tidak selamanya kita begini terus, jadi ada peluang jenjang karir,” ujar warga Dusun Pintau, Desa Tanjung Satai tersebut.
Menurut Eka, sertifikasi resmi dan Surat Izin Operasi (SIO) yang nantinya dimiliki akan menjadi modal penting untuk berkembang di sektor industri manufaktur berskala besar.
Melalui Program Pelita Penebang, KIPP terus menunjukkan komitmennya dalam membangun SDM lokal yang kompeten, berdaya saing, dan siap menjadi bagian dari pertumbuhan industri di Kabupaten Kayong Utara.









