Viral Video Keributan di RSUD Ketapang: Keluarga Pasien Minta Maaf Usai Dijelaskan Alur Layanan
METROKALBAR, Ketapang – Video berdurasi singkat yang berkaitan dengan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Agoesdjam Ketapang mendadak viral di media sosial.
Video yang beredar menunjukkan seorang keluarga pasien merasa mengalami kesulitan saat mengurus administrasi berobat di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Ketapang tersebut.
Menanggapi hal itu, manajemen RSUD memberikan penjelasan. Melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Asuhan Keperawatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Yulia Ningsih, menyatakan peristiwa itu bermula saat keluarga pasien hendak mendaftarkan anggota keluarganya untuk berobat di Poli Penyakit Dalam.
Kemudian setelah suasana mereda, Yulia yang saat itu berhadapan langsung dengan keluarga pasien menjelaskan bahwa sejak awal bulan ini, rumah sakit telah menerapkan sistem pelayanan berbasis digital.
“Saat kedatangan, antrean pasien sebenarnya sudah tercatat dan teratur. Namun, kemungkinan karena belum memahami alur baru, mereka merasa tidak jelas dan akhirnya menjadi emosi. Setelah tenang, saya langsung mengantarnya menuju Poli Dalam,” jelas Yulia kepada wartawan. Jumat (5/6/26).
Ia menambahkan, setelah kejadian tersebut, dirinya beserta sejumlah petugas ditugaskan oleh Direktur RSUD, drg. Basaria Rajagukguk, untuk berkunjung ke kediaman keluarga pasien guna menjelaskan secara rinci sistem pelayanan yang berlaku.
“Pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB, kami ditugaskan direktur untuk bersilaturahmi dan memastikan situasi. Keluarga tersebut menjelaskan duduk perkaranya dan telah menyampaikan permintaan maaf. Jelas terlihat bahwa mereka belum memahami alur pelayanan yang baru diterapkan,” ujarnya.
Sebagai informasi, terhitung mulai 1 Juni 2026, RSUD dr. Agoesdjam telah resmi menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Karena sistem ini masih baru, sebagian masyarakat belum sepenuhnya memahami tahapan pendaftaran hingga mendapatkan pelayanan dari dokter.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, SIMRS merupakan sistem terintegrasi yang menghubungkan seluruh unit pelayanan dalam satu jaringan data. Sistem ini mengubah cara pendaftaran dari yang sebelumnya manual menjadi digital, sehingga seluruh data pasien tersimpan dalam satu basis data dan dapat diakses dengan cepat oleh petugas yang berwenang.
Oleh karena itu, pihak rumah sakit menghimbau masyarakat agar terlebih dahulu memastikan jadwal praktik dokter dan ketersediaan poliklinik sebelum mendaftar, baik secara daring maupun melalui Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM).
“Kami menyarankan masyarakat mengecek terlebih dahulu jadwal dokter dan memastikan poliklinik yang dituju sedang beroperasi. Hal ini penting agar proses pendaftaran berjalan lancar dan pasien tidak perlu menunggu terlalu lama,” pungkasnya.









