Ketua DPRD Klaim Stok Aman, Tapi Kenapa Seluruh SPBU di Ketapang Tetap Penuh Antrean?
METROKALBAR, Ketapang – Pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, H. Achmad Sholeh yang memastikan pasokan Pertalite, Pertamax dan Dexlite semuanya aman hingga delapan hari ke depan, justru memunculkan pertanyaan mendasar.
Hal ini sangat bertolak belakang dengan fakta di lapangan, di mana antrean panjang masih terjadi di hampir seluruh titik pengisian, baik di pusat kota maupun wilayah kecamatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sholeh usai memimpin rapat koordinasi penyaluran BBM pada Senin (3/8/2026). Ia menilai penumpukan antrean bukan disebabkan kekurangan stok, melainkan akibat kepanikan masyarakat serta dugaan adanya oknum yang membeli berlebih untuk tujuan perdagangan.
Sebagai langkah penanganan, Ia menetapkan kebijakan pembatasan pembelian: kendaraan roda dua maksimal Rp30.000 dan roda empat maksimal Rp200.000, disertai penyeragaman jam operasional SPBU pukul 07.00 hingga 19.00 WIB.
Kebijakan ini dinilai membebani masyarakat yang sudah kesulitan, alih-alih memperbaiki sistem distribusi yang bermasalah. Jika pasokan benar-benar aman dan melimpah, seharusnya tidak diperlukan aturan yang menyulitkan rakyat kecil, serta tidak akan terjadi perilaku berebut layaknya barang langka.
Lebih lanjut, Ketua DPRD juga meminta kepolisian dan Satpol PP bertindak tegas terhadap siapa saja yang terbukti mengantre berulang kali, bahkan meminta penindakan tanpa ragu meski sudah diberikan peringatan.
Padahal hal yang paling mendesak untuk dituntaskan bukanlah menjerat masyarakat yang hanya berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, melainkan mencari pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola pendistribusian BBM yang buruk hingga menciptakan situasi kelangkaan ini.
Masyarakat menanti, apakah kata AMAN tersebut benar-benar nyata, atau sekadar kalimat penghibur yang disusun untuk menutupi ketidakmampuan lembaga dalam mengawal kepentingan masyarakat luas?









