Manggala Agni Provinsi Kalbar Padamkan Karhutla di Ketapang Sampai Tuntas

Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai PPI Wilayah Kalimantan juga Koordinator Manggala Agni Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Sahat Irawan Manik saat bersilaturahmi ke AJK di posko kopi.(poto: metrokalbar)

METROKALBAR, Ketapang – Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai PPI Wilayah Kalimantan juga Koordinator Manggala Agni Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Sahat Irawan Manik mengatakan pihaknya terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Ketapang. Ia pun mengimbau kepada semua Anggota Manggala Agni agar melakukan mopping up untuk memastikan bara api yang ada harus benar-benar padam sampai tidak ada lagi kepulan asap.

“Sehingga pemadaman bisa dikatakan tuntas,” imbau Sahat saat kunjungan kerja didampingi Kepala Daerah operasi Manggala Agni Kalimantan X Ketapang, Rudi Windra Darisman memantau kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang, belum lama ini.

Sahat menjelaskan pasca turun hujan kemarin masih ditemukan setidaknya delapan titik kumpulan bara api yang masih berpotensi mengakibatkan kebakaran lanjutan. Sehingga perlu dilakukan kegiatan mopping up atau penyapuan bara api dengan menghilangkan kepulan asap. Serta pembasahan untuk mendinginkan panas agar api benar benar padam.

“Jangan kasih kendor, walau pun sudah turun hujan kami bersama tim satgas gabungan di Ketapang terus melakukan pemadaman sampai tuntas. Bara api kecil kalau dibiarkan pasti akan mejadi besar, kalau sudah besar penanganannya pasti lebih sulit. Makanya perlu tekhnik dan strategi dalam upaya pemadaman ini supaya kegiatan pemadaman lebih epektif dan efisien,” jelasnya.

Sahat memaparkan, berdasarkan sumber data sipongi.menlhk.go.id, jumlah data hotspot atau titik panas di Kalbar mulai 1 Januari sampai 8 September 2023 sebanyak 52.314 hotspot. Titik panas terbanyak ada di Ketapang yakni 10.697 hotspot. Kemudian Kabupaten Sanggau 9.933 hotspot dan Kabupaten Sintang 5.296 hotspot.

Ia menambahkan, khusus di Ketapang, hasil pengecekan lapangan dan pemantauan menggunakan drone. Kebakaran lahan gambut di Kecamatan Matan Hilir Selatan tepatnya di Desa Sei Pelang dan Desa Sei Besar. Setelah diguyur hujan lebat pada 6 september 2023 ternyata di beberapa lokasi masih ditemukan bara-bara api aktif yang masih berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran lanjutan.

Menurutnya, bara-bara api di lahan gambut terletak di dalam tanah yang secara kasat mata tidak terlihat. Namun kepulan asapnya cukup tebal, jika dalam kondisi cuaca kering dan kecepatan angin yang tinggi bukan tidak mungkin akan menimbulkan kebakaran lanjutan. “Terlebih hamparan dan kesinambungan bahan bakar sangat melimpah,” ujar Sahat.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan X Ketapang, Rudi Windra Darisman berharap semoga kejadian kabut asap selama empat hari sebelumnya membuat masyarakat sadar. Terutama akan dampak akibat Karhutla yang sangat merugikan baik langsung ataupun tidak langsung seperti sekolah diliburkan. Bahkan warga trans di evakuasi dan di ungsikan, satwa liar ke luar dari habitatnya sampai terjadi konflik dengan manusia yang menimbulkan korban luka berat.

“Belum lagi kerugian- kerugian lainnya yang diakubatkan Karhutla. Oleh karena itu kami menghimbau semua lapisan masyarakat, stop aktivitas pembersihan lahan dengan membakar yang dapat mengakibatkan terjadinya Karhutla. Karena dampaknya sangat merugikan kehidupan manusia dan lingkungan,” tegas Rudi.

Rudi mengucapkan terimaksih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan penanggulangan Karhutla di Ketapang. Khususnya kepada tim satagas gabungan yang dikoordinir oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini BPBD Ketapang..

“Semoga sinergitas para pihak terkait yang sudah terbangun selama ini semakin baik. Sehingga kegiatan-kegiatan pengendalian Karhutla dapat berjalan optimal untuk mewujudkan Ketapang maju menuju Masyarakat Sejahtera dan bebas dari bencana kabut asap,” tutur Rudi.

Kepala BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro menyampaikan akan segera mengumpulkan tim satgas gabungan untuk mengevaluasi kegiatan penanggulangan Karhutla. Serta mebuat rencana aksi sekaligus memetakan sebaran titik api yang masih berpotensi mengakibatkan kebakaran untuk segera dapat dipadamkan secara tuntas.

Kepala KPH Wilayah Ketapang Selatan, Kuawadi mengatakan dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Pihaknya melibatkan anggota inti 10 orang dan lima anggota pendukung. Kemudian beberapa sarpras seperti 1 unit roda empat, 10 unit roda dua, 3 unit mesin waterrex, 60 gulung selang penyalur dan 3 nozel.

“Untuk wilyah yang kami bantu back up adalah tiga wilayah yang rawan Karhutla yaitu Kecamatan Matan Hilir Selatan dan Kecamatan Matan Hilir Utara,” jelas Kuawadi.

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup