Pemilik CV Tirta Prima Abadi Bantah Tuduhan Cemarkan Lingkungan

Humas CV Tirta Prima Abadi saat menunjukkan tumpukan sampah plastik yang sudah dikemas.

METROKALBAR, Ketapang – Adanya dugaan pencemaran lingkungan serta dugaan aliran limbah yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang disampaikan oleh Darusadi seorang warga desa Sei Awan Kiri, pada Rabu ( 6/3/24), pemilik CV Tirta Prima Abadi angkat bicara.

Candra selaku pemilik CV Tirta Prima Abadi menegaskan, perusahaannya yang memproduksi air mineral HS68 tidak ada melakukan pencemaran lingkungan. Dan sejauh ini di pabrik miliknya tidak ada limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

” Perlu saya sampaikan, untuk menjaga lingkungan tetap bersih pihaknya telah menyediakan tempat penampungan sampah khusus yang kemudian sampah tersebut dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kemudian untuk sampah plastik dan lainnya kami di pabrik menyediakan tempat khusus, kemudian sampah-sampah tersebut setiap sore kita angkut dan kita buang di TPA daerah Sungai Awan,” jelas Candra.

Namun Candra mengakui, jika ada beberapa sampah yang berada di luar lingkungan pabrik dikarenakan tertiup oleh angin atau tercecer.

“Kalau ada beberapa sampah yang di luar lokasi pabrik kita akui, namanya juga sampah plastik mungkin karena tertiup angin atau pada saat pengangkutan ada yang tercecer,” akunya.

Selain menyediakan tempat sampah khusus, pihaknya juga telah menyediakan pompa air, untuk mengantisipasi jika diwilayah pabrik tergenang oleh air pada saat turun hujan.

“Kami juga sudah menyediakan pompa air khusus jika di wilayah pabrik tergenang air pada saat hujan deras, dan air tersebut kita buang ke bak penampungan khusus juga,” terangnya.

Candra menambahkan, hampir 90 persen karyawan yang bekerja di pabrik perusahaan Air Mineral HS miliknya merupakan warga setempat. Dan semua karyawan tersebut mendapat perlindungan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“90 persen karyawan yang bekerja di pabrik merupakan warga sekitar, dan semua kita daftarkan ke BPJS Tenaga kerja,” ungkapnya.

“Dan terkait pembayaran gaji mereka saya juga berkoordinasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja,” timpalnya.

Intinya, Candra menegaskan selain sebagai usaha, tujuan dirinya mendirikan pabrik juga untuk menciptakan lapangan kerja untuk warga sekitar, dan dalam perekrutan karyawan pun pihaknya tidak pernah melihat latar belakang pendidikan orang, dimana dirinya selaku pengusaha juga sangat peduli terhadap lingkungan.

Sementara dari pantauan awak media di lapangan didampingi oleh humas CV Tirta Prima Abadi, Hadi untuk berkeliling sekitar area perusahaan terlihat adanya mesin penyedot untuk pembuangan rebesan dari hasil air produksi air mineral meupun genangan air hujan untuk dibuang ke kolam penampung yang telah tersedia.

Sedangkan untuk sampah plastik bekas limbah air mineral terlihat dikumpulkan tersusun rapi dalam karung di pekarangan parkir untuk dibuang kembali ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Bahkan lingkungan pekarangan rumah Darusadi yang sebelumnya sebagai narasumber di media ini tidak tampak adanya cemaran limbah dari perusahaan. Tanam tumbuhan disekitar pekarangan rumah tidak ada yang terlihat mati.

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup