Bayar Tepat Waktu, Listrik Mati terus, PLN Ketapang Gagal Berikan Pelayanan

Anggota DPRD Ketapang, Nursiri

METROKALBAR, Ketapang –Pemadaman listrik terus melanda puluhan ribu pelanggan di Ketapang dan kini sudah meresahkan masyarakat. Gangguan ini makin parah berlangsung hingga berjam-jam, bahkan hampir terjadi setiap hari tanpa kejelasan yang memuaskan.

Kondisi ini memicu kritikan dari Anggota DPRD Ketapang, Nursiri. Ia menilai PLN mematikan arus listrik seenaknya, tanpa memberikan penjelasan yang utuh dan transparan penyebab sebenarnya.

Masalah “byar-pet” ini sudah bukan lagi kejadian kebetulan, melainkan rutinitas yang menyiksa warga. “Setiap hari pasti mati lampu, bahkan bisa sampai empat jam lamanya, seperti yang kita rasakan hari ini. Pelayanan PLN di sini sungguh sangat memalukan, dan tak layak disebut penyedia jasa publik,” tegas Nursiri kepada Metro Kalbar, Jumat (3/7/2026).

Ia juga menegaskan, ini bukan sekadar gangguan biasa, melainkan perbuatan yang merugikan secara materi dan waktu. Bahkan bisa mengakibatkan peralatan elektronik rusak, usaha hingga kegiatan rumah tangga terhenti.

“Yang paling menjengkelkan, warga ditagih dan diwajibkan bayar tepat waktu, tapi layanan yang diterima justru buruk dan tidak menentu. Ini ketidakadilan yang terang-terangan dan tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Politisi Partai Demokrat ini menilai kondisi tersebut adalah bukti nyata ketidakmampuan dan ketidakprofesionalan PLN.

“PLN gagal menjalankan tugas utamanya, menyediakan listrik yang andal. Kalau tidak sanggup mengelola jaringan dan pembangkit, berarti ada kegagalan besar dalam manajemen, perawatan, hingga pengawasan,” kritiknya.

Dengan kejadian ini, Nursiri berharap PLN berhenti bersikap semaunya. “Jangan main putuskan arus seenaknya tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas. Pemerintah daerah harus turun tangan mengusut akar masalahnya, terutama di Kota Ketapang yang paling parah dampaknya,” desaknya.

“Jangan hanya pandai memungut uang dari warga, tapi kualitas layanannya nol besar. Perbaiki segera kinerja atau citra PLN di mata masyarakat.,” tegasnya.

Hingga berita ini dimuat, pihak manajemen PLN Ketapang masih bungkam dan belum memberikan tanggapan apa pun, meski sudah dimintai konfirmasi.

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup