Scroll Untuk Lihat artikel
Example 360x320
Example floating
Example floating
Example 728x250
BisnisDaerah

Diduga Menunggangi Oknum Masyarakat, Perusahaan Tambang Emas Milik Asing Kembali Beraktivitas

884
×

Diduga Menunggangi Oknum Masyarakat, Perusahaan Tambang Emas Milik Asing Kembali Beraktivitas

Sebarkan artikel ini
Pemilik lahan dan warga di empat desa dekat dengan area lokasi perusahaan SRM melakukan demo untuk menutup aktivitas perusahaan sebelum adanya kejelasan dari manajemen dengan ahli waris tanah dan pemegang saham.

Ketapang,Metrokalbar.com Belum ada kesepakatan yang ditempuh antara pihak manajemen perusahaan dengan pihak ahli waris pemilik lahan dan pemegang saham, perusahaan PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) yang berlokasi di Dusun Muatan Batu, Desa Nanga Kelampai, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, yang sebelumnya disepakati untuk tidak melakukan aktivitas, kini beroperasi kembali.

Salah satu pihak ahli waris pemilik lahan, Imran Kurniawan mengatakan, kembalinya beroperasi perusahaan melakukan penambangan emas sudah sejak dua hari ini.

“Kita mempertanyakan atas ijin siapa PT SRM kembali beroperasi, sementara penyelesaian terhadap pihak-pihak ahli waris maupun pemegang saham belum mereka selesaikan,” ungkap Imran, Selasa (15/9/2020).

Menurut Imran atas kejadian ini, dirinya bersama masyarakat pemilik lahan berencana pada Kamis (17/9/2020) akan mendatangi perusahaan guna bertemu dengan manajemen lapangan.

“Kita menduga pihak perusahaan telah memperalat oknum masyarakat di desa sekitar yang tidak jauh dari lokasi perusahaan, sehingga mereka bisa beroperasi melakukan penambangan,” bebernya.

Sementara itu Ketua BPD Segar Wangi Ahmad Yani mengungkapkan adanya terdapat spanduk yang mengatasnamakan 4 desa untuk mendukung perusahaan beraktivitas kembali, khususnya Desa Segar Wangi dirinya merasa kaget.

“Pasalnya saya selaku BPD tidak pernah merasa mendukung perusahaan untuk melakukan aktivitas kembali sebelum adanya kesepakatan ditempuh dengan pihak ahli waris dan pemegang saham,” tegasnya.

Ia melanjutkan, dirinya sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, bahkan menurut pengakuannya kepala desa masih terkesan tertutup untuk menanggapi adanya warga desanya dicantumkan pada tulisan spanduk.

“Ini yang jelas ada perbuatan oknum masyarakat diduga telah dibayar perusahaan. Setahu saya warga kami di Segar Wangi tidak menyetujui kembalinya perusahaan beraktivitas sebelum persoalan mereka diselesaikan,” ketusnya.

Diketahui sebelumnya PT SRM yang merupakan perusahaan tambang emas milik asing di Dusun Muatan Batu, setelah didemo warga dan pemilik lahan menghentikan segala aktivitasnya, dan kini beroperasi kembali setelah merasa mendapat dukungan warga empat desa yang dituliskan dalam spanduk betuliskan “Kami Warga masyarakat Desa Kelampai, Jungkal, Pemuatan Jaya, Segar Wangi, mendukung Penuh PT. Sultan Rafli Mandiri Untuk Segera Aktif beroperasi lagi.”

Penulis : Budi

Editor : Redaksi

Example 360x320
google.com, pub-2837929621927465, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example 120x600
https://metrokalbar.com/wp-content/uploads/2023/07/image-5.png