Scroll Untuk Lihat artikel
Example 360x320
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

LAN Ketapang Bentuk Relawan Anti Narkoba Berupa Pengajian

492
×

LAN Ketapang Bentuk Relawan Anti Narkoba Berupa Pengajian

Sebarkan artikel ini
Relawan Anti Narkoba Pengajian Al- Husna Desa Sungai Bakau.Kecamatan MHS.Ketapang
Example 468x60

MetroKalbar.com, Ketapang – Pengurus Harian Lembaga Anti Narkotika (LAN) Ketapang menghadiri undangan Kelompok Pengajian Al-Husna dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 2021 di Desa Sei Bakau Kecamatan Matan Hilir Selatan, Rabu (1/6). LAN Ketapang melakukan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pembentukan Relawan Anti Narkotika di kelompok terkecil sebagai mitranya.

Pada kesempatan ini LAN Ketapang juga membentuk Relawan Anti Narkoba (RAN) Pengajian Al-Husna. RAN ini beranggotakan 18 orang diketuai oleh Mimik, Evi Radianti sebagai Sekretaris dan Lina Wati sebagai Bendahara.

Scroll Untuk Baca Selanjutnya
banner 325x300
Scroll Untuk Baca Selanjutnya

Tujuan LAN Ketapang demi mencegah atau memperkecil ruang gerak peredaran narkotika di Ketapang. Terutama di kampung-kampung atau desa hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan terkecil dalam rumah tangga.

Ketua Pengurus Harian LAN Ketapang, Rahmat Kartolo menghimbau semua. Termasuk ibu-ibu kelompok pengajian untuk siaga terhadap serangan peredaran gelap narkoba yang dahsyat. Ia menjelaskan narkoba itu yakni meliputi narkotika, psykotoprika dan bahan adektif.

“Tiga jenis ini sangat berbahaya bila disalahgunakan oleh masyarakat secara umum. Jenis Narkoba pun sekarang ini bermacam ragam,” ungkap Rahmat kepada awak media di Ketapang, Rabu (1/6).

Ia mengungkapkan cara pelaku penyalah guna narkoba menipu para penegak hukum. Serta penggiat pemberantasannya agar bisa menjual kepada masyarakat juga berbagai cara. “Ada yang kemasannya disamarkan seperti makanan bayi, permen, kue dan lain-lain,” jelasnya.

“Kita mendengar pemberitaan bahwa permen, kue dan minuman ada kandungan narkobanya. Pelaku melakukan ini agar masyarakat mengkonsumsinya. Jika dikonsumsi jangka panjang dapat dipastikan ada rasa ketagihan,” lanjutnya.

Menurutnya jika sudah ketagihan bisa menyebabkan akan membelinya dengan cara apapun. Sehingga kemudian korban tidak berdaya dan berprilaku menyimpang menjadi pengguna narkoba. Hal ini yang harus diantisipasi masyarakat jangan sampai terjerumus.

“Secara prilaku akan menyimpang dan secara fisik akan ada perubahan. Secara sosial pasti tidak akan harmonis dan secara psikologis pasti ada gangguan jiwa,” ujarnya.

Sebab itu ia menegaskan semua harus mengantisipasi sedini mungkin terhadap bahaya narkoba. Bahkan ikut serta bekerja sama dengan berbagai pihak seperi LAN, penegak hukum dan lain-lain. “Jadi semua harus ada empati kepedulian sosial dalam hal memerangi narkoba,” tegasnya.

“Apalagi dalam UU 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 104, 105 bagaimana Dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan  Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) harus melibatkan masyarakat luas. Maka kami LAN Ketapang menggerakkan program Pencegahan Bahaya Narkoba melalui Pemberdayaan Masyarakat,” sambungnya.

Pimpinan Pengajian Al-Husna, Ust Saifdol Jani S PdI mengucapkan terima kepada LAN Ketapang. Lantaran telah memberikan ilmu atau informasi kepada pihaknya dan masyarakat. Ia mengaku sebagai pimpinan pengajian hanya mampu membentengi masyarakat.

Di antranya agar dekat kepada Allah SWT sehingga tidak mudah terjerumus pada hal dilarang agama. “Jadi mereka juga harus dibekali ilmu tentang apa dan bagaimana bahaya narkoba tersebut. Sehingga masyarakat tak mudah terjerumus menjadi penyalahguna narkoba,” tuturnya.

Bendahara Pengurus Harian LAN Ketapang, Radiah berterimakasih kepada warga. Terutama kalangan ibu-ibu yang sangat antusias menyimak pemaparan LAN Ketapang tentang narkoba. Ia berharap semua desa di Kecamatan Matan Hilir Selatan ada pengurus LAN hingga tingkat Desa.

“Karena kita tau kondisi di lapangan banyak anak-anak bahkan orang tua terjerat kasus narkoba. Mereka itu ada yang diawali dengan penggunaan zat adektif seperti ngelem. Penggunaan obat-obat tidak pada tempatnya seperti komit cair dan lain-lain,” ungkapnya.

“Hal inilah perlu kita perhatikan anak-anak dalam pergaulan terutama saat keluar malam. Jika sudah waktunya harus pulang anak-anak harus sudah ada di rumah. Saat ini anak-anam sangat rawan, mudah dibawa dan ditawarkan barang-barang seperti itu. Apalagi anak-anak tidak dijaga atau dikontrol oleh orang tuanya,” tutupnya.

Example 360x320
google.com, pub-2837929621927465, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example 120x600
https://metrokalbar.com/wp-content/uploads/2023/07/image-5.png