Warga Keluhkan Buruknya Fasilitas di Puskesmas Kendawangan

Puskesmas Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Poto : ist.

METROKALBAR, Ketapang – Kondisi fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kendawangan, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menuai keluhan dari keluarga pasien.

Minimnya fasilitas penunjang, khususnya di ruang rawat inap, dinilai tidak sebanding dengan kondisi bangunan puskesmas yang tergolong besar dan representatif.

Keluhan tersebut disampaikan salah satu tokoh masyarakat Kendawangan, H. Lakok. Ia mengaku kecewa dengan fasilitas dasar yang belum terpenuhi bagi pasien rawat inap.

Menurut H. Lakok, sejumlah kebutuhan mendasar seperti pendingin ruangan dan perlengkapan tempat tidur belum tersedia secara memadai. Bahkan, pasien disebut harus membawa sendiri perlengkapan dari rumah.

“Di ruang rawat inap tidak tersedia AC maupun kipas angin. Bahkan tempat tidur juga tidak dilengkapi bantal. Akibatnya, semua pasien yang dirawat terpaksa membawa kipas angin dan bantal sendiri dari rumah,” ujar H. Lakok saat ditemui, Minggu (31/1/2026).

Ia menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan, mengingat pasien yang dirawat umumnya dalam keadaan lemah dan membutuhkan kenyamanan agar proses pemulihan berjalan optimal.

“Pada prinsipnya, pasien yang dirawat seharusnya mendapatkan kenyamanan. Kalau fasilitasnya seperti ini, bukannya sembuh, justru bisa bertambah sakit,” tegasnya.

Sebagai tokoh masyarakat, H. Lakok berharap keluhan ini mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang maupun pihak terkait lainnya. Ia juga mendorong adanya evaluasi terhadap manajemen dan kepemimpinan Puskesmas Kendawangan.

“Kalau kepala puskesmas tidak mampu mengelola dan memperbaiki pelayanan serta fasilitas kesehatan, sebaiknya mundur saja dan beri kesempatan kepada yang lebih mampu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kendawangan, Yetno, saat dikonfirmasi awak media, menyampaikan bahwa pihak puskesmas telah berupaya semaksimal mungkin dalam menyediakan fasilitas layanan bagi pasien.

“Terkait bantal dan sprei, sebenarnya sudah sering kami sediakan. Namun, sering kali dibawa pulang oleh pasien,” jelasnya.

Untuk fasilitas kipas angin, Yetno menyebutkan bahwa pihak puskesmas telah menyediakan dua unit. Namun, karena sebagian besar pasien merupakan warga setempat, mereka umumnya membawa kipas angin sendiri dari rumah.

Adapun terkait ketersediaan AC, ia mengakui bahwa terdapat satu unit AC di ruang rawat inap pasien, namun saat ini dalam kondisi rusak.

“Tidak semua ruangan rawat inap memiliki AC karena bukan ruangan kelas 1 atau kelas 2, melainkan kelas ekonomi,” ujarnya.

Yetno yang telah mengabdi selama 30 tahun di Puskesmas Kendawangan menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka terhadap keluhan masyarakat.

Ia juga berjanji ke depan akan menambah jumlah kipas angin serta memastikan ketersediaan bantal dan seprai bagi pasien rawat inap.

Iklan CMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup