Scroll Untuk Lihat artikel
Example 360x320
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Komunitas The Power of Mama Terima Penghargaan Nasional Clean Air Championship Award

3286
×

Komunitas The Power of Mama Terima Penghargaan Nasional Clean Air Championship Award

Sebarkan artikel ini
Mewakili Komunitas The Power of Mama (TPoM) Ketapang Ibu Maimun menerima penghargaan Clean air Championship Award 2023 MPA di Institut Pertanian Bogor (IPB) International Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat. Poto: istimewa.

METROKALBAR, Ketapang – Komunitas The Power of Mama (TPoM) menerima penghargaan Clean air Championship Award 2023 tingkat petani, MPA, perorangan wilayah Kalimantan.

Penerimaan penghargaan ini diwakili oleh Maimun bertempat di Institut Pertanian Bogor (IPB) International Convention Center, Kota Bogor, Jawa Barat. Pada 17 November 2023 lalu.

Penghargaan yang diberikan oleh Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University dan Farmers’ Initiatives for Ecological Livelihood and Democracy (FIELD) Indonesia ini merupakan bentuk apresiasi dalam rangka program udara bersih Indonesia.

Baca Juga : MA Kabulkan PK PT RIM, PT SBI Wajib Bayar Rp 15,8 Miliar

Menurut Prof. Bambang Hero Saharjo, selaku Ketua Tim Seleksi Penerima Awards di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional untuk tiga kategori, penghargaan ini pertama kali diadakan pada tahun 2022.

“Latar belakang adanya penghargaan ini di antaranya kami melihat peran dari penerima award ini. Ada yang dari MPA (masyarakat peduli api), kemudian ada yang dari petani, kemudian ada yang dari masyarakat, perorangan. Kemudian juga ada dari instansi, seperti dari DLHK. Kemudian dari manggala agni, sampai ke tingkat perorangan. Menurut kami itu sangat penting dalam hal memberi support dan semangat semua level untuk sepakat menciptakan udara bersih. Kami juga dibantu oleh satu tim research dari United Kingdom yang menetapkan 7 kriteria untuk pemilihan penerima award ini. Jadi sebetulnya ini penghargaan internasional,” ujar Prof. Bambang Hero Saharjo yang juga merupakan Direktur Regional Fire Management Research Center (RFMRC) South East Asia di bawah Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Martin Rantan Ajak Para Pihak Bantu Warga Palestina

Dalam pidato yang disampaikan di depan para tamu undangan acara penghargaan ini, Maimun sangat mengapresiasi dukungan yang diterima The Power of Mama terutama dari YIARI dan The Orangutan Project (TOP).

“Ini suatu penghargaan yang sangat luar biasa, kalau bagi saya orang biasa, ini adalah mimpi. Tapi tentu ini merupakan suatu tanggung jawab yang bakal kami emban ke depannya. Saya berdiri di sini hari ini sebagai perwakilan dari salah satu anggota organisasi kami, yaitu The Power of Mama. Kami dari The Power of Mama itu terinspirasi oleh Ibu Dokter Karmele Llano Sanchez, Direktur Utama YIARI, karena beliau adalah inisiator kegiatan dari komunitas ini, dan oleh ibu Menteri LHK kita, Ibu Siti Nurbaya, karena beliau adalah sosok perempuan yang menjadi contoh bagi kami untuk bergerak dan berjuang di bidang lingkungan hidup. Kami tidak dibayar dan bukan merupakan suatu instansi, namun sebagai relawan yang bergerak di bidang lingkungan. Jadi kami menjadi bagian dari komunitas ini semata-mata dari hati nurani kami,” ujar Maimun (53) yang berasal dari Desa Suka Maju, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Sejumlah dukungan yang telah diterima The Power of Mama, disampaikan lebih lanjut oleh Maimun dalam pidatonya.

Ia menjelaskan bahwa kelompok The Power of Mama telah menerima sejumlah program peningkatan kapasitas.

Di antaranya pelatihan menggunakan drone untuk memantau kawasan yang rawan kebakaran, SMART Patrol, public speaking, dan pemadaman kebakaran.

“Kami berharap The Power of Mama ini akan semakin berkembang, semakin maju, juga bisa menginspirasi kaum wanita, kaum ibu-ibu, tentunya yang ada di pedesaan. Karena kebakaran hutan dan lahan itu tentu beradanya di pedesaan, seperti desa kami yang sering terjadi kebakaran. Semoga kegiatan komunitas kami ini bisa diterima di masyarakat, kami mengharapkan itu bantuan dan dorongan dari semua pihak pemerintah yang ada di Indonesia,” jelas Maimun yang juga aktif sebagai fasilitator desa dan penggerak pertanian organik di desanya.

The Power of Mama yang didirikan pada 8 Juni 2022 ini merupakan komunitas yang terdiri dari para perempuan lintas generasi dan terutama kaum ibu, yang tinggal di kawasan desa di sekitar Ketapang, Kalimantan Barat. Komunitas ini bertujuan menjadikan kaum perempuan dan para ibu sebagai pelopor dalam menggerakkan kesadaran masyarakat sekitar untuk peduli terhadap lingkungan, terutama dalam kegiatan-kegiatan pelestarian alam di kawasan tempat mereka tinggal. Saat ini kegiatan berfokus pada patroli dan monitoring pencegahan kebakaran hutan dan lahan di desa masing-masing sebagai bagian dari persiapan dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim.

YIARI sebagai lembaga yang menginisiasi kemunculan The Power of Mama, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas prestasi yang didapatkan kelompok yang sekarang telah berjumlah 92 ibu-ibu rumah tangga dari 6 desa di Ketapang.

“Mereka perempuan hebat yang telah berhasil memberikan inspirasi bagi kita semua, terutama bagi komunitas di sekeliling mereka. Tanggung jawab mereka tidak putus hanya di rumah tangga, tetapi mereka berperan aktif dalam menjaga lingkungan untuk kita semua. Kita harus saling memberi dukungan dan inspirasi sebagai sosok perempuan yang punya peran sangat penting dalam menjaga lingkungan seperti ibu Siti Nurbaya, Menteri LHK yang tidak pernah berhenti menjadi inspirasi untuk kami semua. Kami juga sangat berterima kasih kepada para pihak yang telah memberikan pengakuan atas kerja keras mereka yang telah bekerja dengan sukarela mengamankan lingkungan desa mereka dari kerusakan alam, terutama api. Kami dari YIARI berharap, kemunculan The Power of Mama ini akan menumbuhkan inisiatif-inisiatif masyarakat dalam menjaga alam dan bumi ini,” ujar Karmele Llano Sanchez, Direktur Utama YIARI.

Sejalan dengan harapan YIARI ini, Prof. Bambang Hero Saharjo mengungkapkan bahwa perlu banyak upaya-upaya masyarakat untuk menjaga kualitas udara.

“Ketika kita bicara tentang kualitas udara itu, tidak berkaca pada hari ini saja. Karena bisa jadi apa yang terjadi sekarang itu adalah kulminasi dari perjalanan-perjalanan sebelumnya. Di situlah kita melihat ada peran dari masing-masing, apakah itu perorangan, co-leadership dan sebagainya,” tandasnya.

Tentang Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI):

Berdiri sejak 2008, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) adalah organisasi yang didukung secara penuh oleh International Animal Rescue (IAR) yang bergerak di bidang pelestarian primata Indonesia dengan berbasis pada upaya penyelamatan, pemulihan, pelepasliaran dan pemantauan pasca lepas liar.

YIARI bermitra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen memberikan perlindungan terhadap primata dan habitatnya serta bekerja sama dengan multipihak untuk mewujudkan ekosistem harmonis antara lingkungan,satwa,dan manusia dengan pendekatan holistik. **

Example 360x320
google.com, pub-2837929621927465, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Example 120x600
https://metrokalbar.com/wp-content/uploads/2023/07/image-5.png