Rekrutmen Polri Bersih dan Transparan, Kapolres Ketapang Dapat Apresiasi Masyarakat
METROKALBAR, Ketapang – Komitmen Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, dalam menjaga integritas, transparansi, dan kejujuran pada penerimaan anggota Polri tahun 2026 mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Langkah tegas ini dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan seleksi, mulai dari verifikasi administrasi awal (Rikmin Awal), berjalan bersih dan bebas dari praktik kecurangan.
Hal ini tercermin dalam pelaksanaan penandatanganan Pakta Integritas yang digelar Selasa (07/04/26). Kegiatan ini melibatkan seluruh panitia dan peserta, serta diawasi langsung oleh pihak eksternal, termasuk perwakilan Lembaga LAKI Ketapang, sebagai bentuk jaminan objektivitas.
Wakil Ketua LAKI Ketapang, Ujang Yandi, menyambut baik upaya nyata tersebut. Ia menilai langkah ini sangat tepat demi menegakkan rasa keadilan bagi seluruh peserta.
“Saya sangat mendukung langkah Kapolres. Kalau prosesnya transparan, masyarakat jadi percaya bahwa yang lulus benar-benar murni karena kemampuan,” ujarnya kepada Metro Kalbar, Kamis (9/4/26).
Menurutnya, transparansi dalam setiap tahapan seleksi akan menutup celah praktik curang dan memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon peserta.
“Hal ini menjadi sangat penting, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu akan lebih terarah, mengingat antusias generasi muda di Ketapang untuk mengabdi kepada negara melalui institusi kepolisian terbilang sangat tinggi,.” Jelasnya.
Senada dengan itu, Wahyudin, warga Kecamatan Benua Kayong, berharap komitmen tersebut dapat dijaga secara konsisten hingga tahapan akhir seleksi.
“Semoga prosesnya benar-benar bersih sampai selesai, sehingga nantinya lahir polisi yang jujur, amanah, dan bisa dipercaya masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Polres Ketapang melalui Kasi Humas Polres, IPTU Niptah Alimudin, menjelaskan bahwa tahapan Rikmin Awal telah dilaksanakan sejak Senin, 06 April 2026. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 114 peserta yang mengikuti seleksi, dengan 97 peserta pria dan 17 peserta wanita.
“Animo masyarakat cukup tinggi. Kami berkomitmen penuh menjaga proses ini tetap objektif,” ujar Niptah.
Ia menegaskan, Polres Ketapang selalu menerapkan prinsip “BETAH” yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis dalam setiap pelaksanaan rekrutmen.
“Dalam pelaksanaan Rikmin Awal ini, kami pastikan berjalan secara prosedural serta bebas dari segala bentuk praktik kecurangan,” tegasnya.
Untuk memastikan keabsahan dokumen, verifikasi administrasi bagi calon Bintara dan Tamtama tidak hanya dilakukan oleh panitia internal, tetapi juga melibatkan verifikasi lintas instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Dinas Perdagangan Kabupaten Ketapang.
Langkah ini diambil untuk menjamin bahwa calon anggota Polri yang terpilih nanti benar-benar memiliki kualitas dan integritas yang teruji.









